SULSELSATU.com, JAKARTA — Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke pabrik baja milik negara, PT Krakatau Steel, di Kota Cilegon, Banten, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung aktivitas operasional serta perkembangan program revitalisasi fasilitas produksi perusahaan.
Rombongan DPR dipimpin Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Partai Golkar, Nurdin Halid. Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya dalam rapat dengar pendapat yang membahas langkah-langkah penyelamatan industri baja nasional.
Baca Juga : Nurdin Halid Dorong Penataan SDM demi Sukses Koperasi Merah Putih
Menurut Nurdin, Komisi VI ingin memastikan secara langsung kondisi perusahaan setelah berbagai upaya penyehatan dilakukan pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari RDP yang menghadirkan Menteri Pertahanan, Menteri Perindustrian, serta Danantara. Tujuannya untuk melihat langsung langkah penyelamatan industri baja nasional,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan itu, Nurdin juga menyoroti perkembangan positif yang dialami Krakatau Steel. Ia mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu perusahaan tersebut berada dalam kondisi keuangan yang sangat berat, bahkan sempat menghadapi risiko kolaps dengan status kredit macet di perbankan.
Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar, Andi Waris Halid Tekankan Pentingnya Penguatan Moral Bangsa
Namun setelah proses restrukturisasi dan dukungan pendanaan, kondisi perusahaan mulai menunjukkan perbaikan. Krakatau Steel diketahui memperoleh dukungan pendanaan sekitar Rp5 triliun dari Danantara untuk mendukung program pemulihan.
Hingga Oktober 2025, status kolektibilitas utang perusahaan yang sebelumnya berada di level kol 5 berhasil membaik menjadi kol 2.
“Dari kunjungan lapangan ini kita melihat ada perkembangan yang cukup signifikan. Proses restrukturisasi berjalan dan kinerja perusahaan menunjukkan tren yang lebih baik,” kata Nurdin kepada wartawan.
Baca Juga : Nurdin Halid–Andi Ina Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Ekonomi Kerakyatan
Ia berharap proses pemulihan tersebut dapat terus berlanjut sehingga dalam waktu dekat Krakatau Steel mampu berdiri lebih mandiri dalam menjalankan industri bajanya.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 24 juta dolar AS pada kuartal III 2025. Pencapaian ini dinilai sebagai sinyal positif dari efektivitas program restrukturisasi serta langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.
Perbaikan juga terlihat pada sektor produksi. Hingga kuartal III 2025, volume produksi baja konsolidasi tercatat mencapai sekitar 740 ribu ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 540 ribu ton.
Baca Juga : Jelang Musda, Nurdin Halid Dorong Penataan Internal Golkar Sulsel
Tren peningkatan juga tercermin pada volume penjualan baja sepanjang 2025. Pada kuartal I tercatat 226 ribu ton, meningkat menjadi 244 ribu ton pada kuartal II, dan kembali naik menjadi 269 ribu ton pada kuartal III.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar