SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD NasDem Makassar turut memberikan tanggapan atas laporan utama dan sampul majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh dalam konteks laporan mengenai isu penggabungan NasDem dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Reaksi tersebut tidak hanya ditujukan pada tampilan sampul, tetapi juga mencakup isi laporan yang dipersoalkan, termasuk penggunaan istilah merger dalam menggambarkan wacana tersebut.
Sekretaris DPD NasDem Makassar, Ari Ashari Ilham, menyampaikan bahwa kebebasan pers perlu dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak digunakan untuk membentuk persepsi yang dinilai keliru maupun merendahkan institusi politik.
Menanggapi pemberitaan dan sampul majalah tersebut, Ketua Komisi D DPRD Makassar itu juga menegaskan bahwa NasDem menolak framing yang dianggap tidak proporsional.
Ia menilai pemberitaan tersebut tidak semata-mata merupakan kritik, melainkan telah mengarah pada narasi yang tendensius, berpotensi menggiring opini, serta dinilai sebagai bentuk penilaian sepihak yang tidak didasarkan pada fakta secara utuh.
“Seharusnya kebebasan pers diiringi tanggung jawab. Pers memiliki kewajiban moral untuk menyajikan informasi yang mencerahkan dan berbasis fakta, bukan spekulasi yang dikemas secara dramatis,” ujarnya.
NasDem Makassar juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi di media, tidak mudah terpengaruh oleh penyajian yang sensasional, serta tetap rasional dalam menilai dinamika politik.
“Kami tidak anti kritik. Namun, kami menolak setiap upaya yang berpotensi memanipulasi persepsi publik dan merusak kepercayaan. Apabila demokrasi dibiarkan dipengaruhi oleh narasi yang tidak bertanggung jawab, maka yang terdampak bukan hanya citra partai, tetapi juga kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar