SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar rapat koordinasi strategis bersama Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman S.Hut., MM, di kantor PDAM Makassar, Senin (20/04/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Kota Makassar, yakni Andi Sahrum, Wirda Fauzah Madjid, serta dihadiri para pejabat struktural lainnya. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mengantisipasi potensi krisis air bersih yang mengintai Kota Makassar akibat fenomena El-Nino 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Sahrum, menegaskan bahwa kondisi yang dihadapi saat ini bukan situasi biasa, melainkan fase kritis yang membutuhkan respons cepat dan terukur.
Menurutnya, fenomena El-Nino “Godzilla” 2026 telah memberi tekanan nyata terhadap ketersediaan air baku. Dengan debit yang tersisa jauh di bawah kebutuhan ideal, Perumda harus bergerak di antara dua kepentingan sekaligus, yakni menjaga distribusi tetap berjalan dan menyiapkan langkah darurat jika kondisi memburuk.
“Saat ini kita mengalami defisit pasokan air baku yang cukup signifikan. Dari kebutuhan 1.300 liter per detik, yang tersedia hanya sekitar 960 liter per detik. Ini tentu berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat, sehingga perlu langkah antisipasi yang cepat dan terkoordinasi,” ujar Andi Sahrum.
Ia menjelaskan, keterbatasan tidak hanya terjadi pada sumber air, tetapi juga pada sarana distribusi. Dengan jumlah mobil tangki yang masih terbatas, Perumda harus memperkuat strategi distribusi agar wilayah terdampak tetap terlayani.
“Kondisi ini memaksa kita untuk memperkuat distribusi berbasis tangki. Idealnya kita membutuhkan 42 unit per hari, sementara saat ini baru tersedia 14 unit. Artinya, ada kebutuhan tambahan yang harus segera dipenuhi agar pelayanan tetap berjalan efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Sahrum menyebutkan bahwa Perumda tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi jangka panjang untuk ketahanan air Kota Makassar. Salah satunya melalui rencana pembangunan jaringan pipa air baku dari Sungai Jeneberang ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang.
“Kami tidak ingin hanya bertahan di situasi darurat. Yang kami siapkan adalah sistem yang lebih kuat ke depan, agar Makassar memiliki ketahanan air yang lebih baik menghadapi perubahan iklim,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman ini.
Untuk itu, Andi Sahrum berharap adanya dukungan penuh dari Dinas ESDM dan seluruh pihak terkait, baik dalam bentuk kebijakan maupun operasional di lapangan, agar penanganan dampak El-Nino dapat berjalan optimal dan pelayanan air bersih tetap terjaga.
“Kami berharap ada dukungan penuh dari Dinas ESDM dan seluruh pihak terkait, baik dalam bentuk kebijakan maupun operasional di lapangan. Ini bukan hanya tanggung jawab Perumda, tetapi tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar