SULSELSATU.com, JAKARTA — Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mengemuka setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberi sinyal singkat di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ia meminta publik menunggu penjelasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan reshuffle.
Di tengah berkembangnya spekulasi, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa pembahasan reshuffle tidak seharusnya hanya berfokus pada pergantian figur.
Baca Juga : Pimpin IKA PTKIN, Idrus Marham Bidik Indonesia Jadi Pusat Peradaban Islam
“Fokus utama bukan pada pergantian figur, tetapi bagaimana memastikan kinerja kabinet berjalan optimal sesuai visi presiden,” ujar Idrus dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintahan saat ini telah memiliki arah yang jelas, mulai dari penegasan Pancasila sebagai landasan utama, hingga konsep Indonesia sebagai “rumah besar bersama” yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam keberagaman.
Selain itu, berbagai program strategis seperti ketahanan pangan, energi, serta hilirisasi sumber daya alam disebut sebagai agenda prioritas yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran kabinet.
Baca Juga : Politik Luar Negeri Prabowo Dinilai Lebih Fleksibel, Idrus Marham: Terbuka tapi Tidak Hanyut
Menurut Idrus, Kabinet Merah Putih dibentuk untuk menghimpun kekuatan terbaik bangsa agar mampu menerjemahkan visi presiden ke dalam kebijakan yang konkret. Karena itu, soliditas dan efektivitas kerja para menteri menjadi faktor penentu keberhasilan pemerintahan.
Ia juga mengingatkan agar kritik yang berkembang tidak meluas hingga menyasar legitimasi kepemimpinan nasional.
“Tidak bijaksana jika langsung meminta presiden mundur. Yang perlu dievaluasi adalah kinerja para pembantu presiden,” tegasnya.
Baca Juga : Idrus Marham: Menteri Tak Efektif Sebaiknya Diganti, Jangan Rugikan Rakyat
Lebih lanjut, Idrus menilai reshuffle merupakan bagian dari mekanisme strategis dalam sistem pemerintahan presidensial. Menurutnya, langkah tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan koordinasi antar kementerian.
“Reshuffle bukan sekadar evaluasi, tetapi strategi untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pemerintahan,” katanya.
Ia menambahkan, jika dilakukan secara tepat, perombakan kabinet bisa menjadi momentum untuk menghadirkan energi baru dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan politik.
Baca Juga : Idrus Marham Sebut Golkar Konsisten Dukung MBG dan Dorong Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Dalam konteks itu, Idrus mendorong perlunya revitalisasi kabinet guna mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk agenda Asta Cita.
“Yang terpenting bukan kapan reshuffle dilakukan, tetapi bagaimana hasilnya mampu membuat pemerintahan lebih efektif dan responsif,” ujarnya.
Idrus juga menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dalam menilai kinerja para menteri. Ia menyebut pergantian pejabat merupakan hal yang wajar jika tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan.
Baca Juga : Idrus Marham Pastikan Soliditas Golkar Kawal Politik Luar Negeri Presiden Prabowo
“Menteri yang tidak produktif memang seharusnya diganti, siapapun dia,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pelaksanaan reshuffle. Publik masih menanti keputusan Presiden Prabowo, apakah akan segera melakukan perombakan kabinet atau menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat kinerja pemerintahan ke depan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar