SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Sebanyak 151 siswa kelas XI SMAS Islam Athirah Makassar mengikuti kegiatan Field Trip Sains, Sosial, dan Religius di Kabupaten Bulukumba.
Program ini menjadi salah satu agenda unggulan sekolah untuk memperluas wawasan siswa tentang pembangunan daerah, industri tradisional, serta nilai sosial dan keagamaan.
Rombongan yang didampingi puluhan guru tersebut disambut langsung di Kantor Bupati Bulukumba oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.
Baca Juga : MaRI Resmi Mulai Perluasan Mal dan Bangun Apartemen, Target Selesai 2028
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menjelaskan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, hingga industri berbasis sumber daya alam.
“Bulukumba bukan hanya dikenal sebagai Negeri Phinisi, tapi juga sebagai daerah yang terus berkembang di sektor pariwisata, pertanian, dan industri berbasis sumber daya alam,” ujarnya.
Dalam sesi yang berlangsung sekitar satu setengah jam, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan karakter religius dan sosial di tengah perkembangan pembangunan.
Baca Juga : Nature Yoga Spesial Bugis Waterpark Adventure di Hari Kartini, Perpaduan Alam dan Kebugaran
Ia menjelaskan bagaimana pemerintah daerah berupaya menjaga tradisi bahari Phinisi sekaligus mendukung ekonomi hijau melalui sektor perkebunan karet.
“Kalian sebagai generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga harmoni antara sains, sosial, dan agama. Bulukumba adalah contoh bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dengan inovasi modern,” tambahnya.
Kepala SMAS Islam Athirah Tawakkal Kahar mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar wisata edukasi, tetapi pembelajaran terintegrasi dari berbagai mata pelajaran seperti Ekonomi, Sejarah, Fisika, Seni Budaya, dan Kimia.
Baca Juga : Kalla Translog Perkuat Komitmen ESG Lewat Donor Darah dan Pembagian Bibit Pohon
“Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan berfikir dan wawasan siswa melalui observasi langsung yang terintegrasi dalam beberapa mapel,” ungkapnya.
Hari pertama ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para siswa aktif bertanya mengenai berbagai isu lingkungan di Bulukumba, termasuk pengelolaan sampah di kawasan wisata pantai dan upaya pelestarian hutan karet.
Pada hari berikutnya, rombongan dijadwalkan mengunjungi Kantor DPRD Bulukumba untuk mempelajari proses legislasi daerah dan peran wakil rakyat dalam pembangunan.
Baca Juga : Kalla Toyota Catat Kenaikan Pemesanan Mobil Diesel Sampai 40 Persen
Selanjutnya, siswa akan mengunjungi pusat pembuatan kapal Phinisi di Tana Beru untuk melihat langsung proses pembuatan kapal tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Kunjungan juga akan dilanjutkan ke Pabrik Karet PT London Sumatra Indonesia (Lonsum) di Kayu Toli untuk mempelajari rantai pasok karet dari proses penanaman hingga pengolahan industri.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum B. J. Gunawan menilai kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi siswa untuk memahami penerapan ilmu pengetahuan di dunia nyata.
Baca Juga : Bukit Baruga Open House Serenity Garden dan Golden Royale
“Ini kesempatan emas bagi siswa untuk melihat aplikasi sains dalam industri nyata, sekaligus memahami etika kerja dan tanggung jawab sosial perusahaan,” jelasnya.
Melalui field trip ini, SMAS Islam Athirah berharap siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap kekayaan budaya serta potensi daerah di Indonesia.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar