SULSELSATU.com, MAKASSAR – Proses Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) tahap kedua kian memasuki fase krusial. Tahapan ini diikuti oleh 34 peserta yang bersaing memperebutkan posisi strategis di sejumlah kabupaten, dengan pengawasan langsung dari empat perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Sebelum memasuki tahap ini, seluruh peserta telah melewati seleksi awal yang dilakukan oleh pihak independen dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pada tahap lanjutan, proses penilaian sepenuhnya diambil alih oleh DPP melalui mekanisme fit and proper test yang lebih mendalam.
Baca Juga : Seleksi Ketua DPC PKB Dimulai, Azhar Arsyad: Tak Hadir Otomatis Tersingkir
Dalam uji tahap kedua tersebut, para peserta diminta mempresentasikan komitmen program kerja serta rancangan struktur kepengurusan.
Materi yang disampaikan kemudian didalami oleh tim penguji, termasuk mengukur kesiapan peserta dalam membangun organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, menjelaskan bahwa tahapan ini merupakan lanjutan dari proses seleksi sebelumnya.
Baca Juga : Muscab PKB Makassar, Gowa dan Takalar Resmi Dibuka, Ini Pesan Azhar Arsyad Bagi Kader
“Setelah tahap pertama yang dilakukan oleh pihak ketiga, yakni Fakultas Psikologi UNM, kini masuk pada tahap fit and proper test yang dilaksanakan langsung oleh DPP,” ujarnya di Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof. Basamalah, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, peserta telah dibekali panduan berupa template yang menjadi acuan dalam penilaian.
“Mulai dari komitmen program yang akan dijalankan hingga draf kepengurusan, semua sudah disiapkan. Itu yang kemudian didalami lebih jauh oleh DPP,” jelasnya.
Baca Juga : PKB Sulsel Manfaatkan Ramadan untuk Konsolidasi, Azhar Arsyad: Saatnya Satukan Energi Kader
Empat perwakilan DPP yang terlibat langsung dalam proses ini masing-masing Abduh atau Gus Abduh dari Komisi III DPR RI, Lalu Hadriani Irfani dari Komisi X DPR RI, Daniel Johan dari Komisi IV DPR RI, serta Dita Indah Sari.
Dari total 24 kabupaten di Sulawesi Selatan, saat ini baru 18 daerah yang memiliki peserta. Sementara enam kabupaten lainnya, yakni Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Palopo, Luwu Timur, dan Soppeng, masih belum terisi.
“Terkait daerah yang belum ada pesertanya, nanti akan dibahas di tingkat DPW untuk menentukan siapa yang akan diusulkan,” kata Azhar.
Baca Juga : Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad Resmi Bergelar Doktor “Hak Angket” di UMI
Hasil dari UKK tahap kedua ini nantinya akan dibawa ke forum rapat DPP untuk menentukan kandidat yang dinilai paling siap menjalankan tugas organisasi.
“Semua hasil akan dirapatkan di DPP untuk menentukan siapa yang benar-benar siap bekerja,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa waktu yang tersedia sangat terbatas. Pelantikan direncanakan berlangsung pada Juli mendatang, sementara seluruh struktur organisasi ditargetkan rampung pada Desember.
Baca Juga : Seleksi Ketua DPC PKB se-Sulsel Inklusif, Petahana dan Pendatang Baru Setara
“Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Jika komitmen tidak dipenuhi, maka konsekuensinya bisa diganti,” tegasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar