SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mei Berlawan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Dalam aksinya, mereka menolak praktik komersialisasi pendidikan yang dinilai kian membebani mahasiswa.
Berdasarkan pantauan SulselSatu di kawasan flyover Makassar, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.40 Wita, massa menggelar aksi unjuk rasa. Mereka membakar ban serta menyuarakan sejumlah tuntutan.
Baca Juga : BRI Peduli Rayakan Hardiknas dengan Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa SD di Bandung
Di lokasi, aparat kepolisian turut berjaga mengamankan jalannya aksi. Sejumlah personel lalu lintas juga terlihat mengurai kemacetan yang timbul akibat demonstrasi tersebut.
Perwakilan massa aksi, Andi Rijal Rifai, mengatakan bahwa tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut berkaitan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional. Dia menyebut, massa aksi menyoroti praktik komersialisasi pendidikan di berbagai sektor serta kebijakan efisiensi anggaran
“Adapun beberapa tuntutan yang dibawakan teman-teman massa aksi terkhususnya adapun yakni komersialisasi pendidikan diberbagai sektor, kemudian efesiensi anggaran disektor pendidikan,” ujar Rijal kepada wartawan di lokasi aksi.
Baca Juga : Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
Rijal mengungkapkan bahwa isu paling mendesak saat ini adalah komersialisasi pendidikan. Dia menilai praktik tersebut masih kerap terjadi di sejumlah kampus, terutama terkait tingginya biaya kuliah serta adanya pungutan liar yang sering dialami mahasiswa.
“Yang paling urgen pada hari ini yaitu komersialisasi pendidikan karena sampai pada hari ini dibeberapa kampus itu sering terjadi yang namanya komersialisasi pendidikan terkhususnya biaya kuliah mahal bagi teman-teman (mahasiswa),” ungkapnya.
“Kemudian banyaknya pemungutan liar yang kemudian yang sering dialami teman-teman mahasiswa,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar