SULSELSATU.com, JAKARTA – Partai Golkar membantah spekulasi yang mengaitkan Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, dengan bursa calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2029.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan di internal partai terkait langkah politik Bahlil menuju kontestasi Pilpres mendatang.
Menurut Idrus, sejak dipercaya memimpin Golkar, Bahlil lebih memusatkan perhatian pada penguatan organisasi partai, peningkatan perolehan kursi legislatif, serta dukungan terhadap agenda pemerintahan saat ini.
Baca Juga : Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
“Komitmen Pak Bahlil sejak menjadi ketua umum adalah memperkuat konsolidasi internal partai, meningkatkan kursi, dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Tidak pernah membahas soal calon presiden,” kata Idrus dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons munculnya analisis politik yang menilai Bahlil mulai memiliki peluang masuk dalam peta politik Pilpres 2029.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai meningkatnya perhatian publik terhadap Bahlil, termasuk setelah viralnya lagu parodi bertajuk “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng”, dapat menjadi modal elektoral di masa mendatang.
Baca Juga : Idrus Marham Nilai Evaluasi Kabinet Kunci Percepatan Program Presiden Prabowo
Namun, Idrus menilai menghubungkan fenomena popularitas di media sosial dengan pencalonan presiden masih terlalu dini dan berpotensi membentuk persepsi yang tidak tepat.
Ia juga mengajak publik melihat arah pemikiran politik Bahlil melalui buku berjudul Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional.
Menurut Idrus, buku tersebut memuat pandangan Bahlil mengenai keberlanjutan pembangunan nasional dan arah kepemimpinan politik ke depan.
Baca Juga : Pimpin IKA PTKIN, Idrus Marham Bidik Indonesia Jadi Pusat Peradaban Islam
Salah satu gagasan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kesinambungan pemerintahan serta mendukung keberhasilan kepemimpinan Prabowo Subianto pada periode saat ini.
Idrus menyebut keberhasilan pemerintahan saat ini dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan nasional berikutnya.
Selain itu, dalam gagasan yang disampaikan Bahlil, terdapat pandangan mengenai pentingnya membangun pola koalisi politik yang berkelanjutan bersama Golkar dan partai-partai pendukung pemerintahan.
Baca Juga : Politik Luar Negeri Prabowo Dinilai Lebih Fleksibel, Idrus Marham: Terbuka tapi Tidak Hanyut
Idrus juga menilai perjalanan politik Bahlil tidak dapat dilepaskan dari proses panjang sebagai aktivis hingga menjadi tokoh partai nasional. Menurutnya, karakter politik Bahlil selama ini ditunjukkan melalui konsistensi antara pernyataan dan tindakan.
Ia menegaskan, hingga kini fokus Golkar tetap diarahkan pada penguatan partai dan pengawalan terhadap jalannya pemerintahan, bukan membicarakan konfigurasi kandidat untuk Pilpres 2029.
Meski nama Bahlil kembali ramai diperbincangkan di ruang digital, Idrus menekankan bahwa popularitas di media sosial tidak serta-merta menjadi indikator agenda politik praktis.
Baca Juga : Idrus Marham: Menteri Tak Efektif Sebaiknya Diganti, Jangan Rugikan Rakyat
“Golkar saat ini fokus bekerja, memperkuat partai, dan mendukung keberhasilan pemerintahan,” ujar Idrus.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar