Logo Sulselsatu

PT Vale Promosikan Anyaman Teduhu Luwu Timur di Ajang Dekranas 2026

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 10 Juli 2026 09:26

UMKM binaan PT Vale yang hadir di Dekranas 2026. Foto: Istimewa.
UMKM binaan PT Vale yang hadir di Dekranas 2026. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pengembangan produk kriya lokal.

Salah satu upayanya diwujudkan dengan menghadirkan anyaman teduhu khas Luwu Timur dalam ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar.

Produk binaan PT Vale tersebut dipamerkan pada kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46, yang berlangsung pada 9 hingga 11 Juli 2026.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Partisipasi ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal melalui regenerasi pengrajin.

Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale Yusri Yunus mengatakan, perusahaan memberi perhatian besar terhadap keberlanjutan kearifan lokal dengan membina generasi muda agar mampu melanjutkan tradisi menganyam.

“Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya,” ujar Yusri.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

Saat ini PT Vale membina dua komunitas pengrajin, yakni Komunitas Teduhu dari Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dengan bahan baku pakis hutan.

Kemudian, Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang memanfaatkan pelepah pohon aren.

Selain melakukan pendampingan, PT Vale juga mengintegrasikan produk-produk tersebut ke dalam ekosistem bisnis perusahaan dengan menjadikannya sebagai suvenir resmi bagi tamu korporat serta memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.

Baca Juga : Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

Pengrajin Teduhu asal Desa Nuha Yulianti mengaku, pendampingan PT Vale telah membantu mengembangkan kerajinan yang telah diwariskan masyarakat sejak tahun 1970-an.

“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru,” tuturnya.

Keikutsertaan PT Vale dalam ajang Dekranas juga mendapat perhatian dari Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama Wakil Ketua II Dekranas Sri Suparni Bahlil Lahadalia.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

Keduanya mengunjungi booth PT Vale dan mengapresiasi berbagai produk kriya yang dipamerkan, termasuk tas anyaman teduhu berbahan pakis hutan asal Desa Nuha dan kain bermotif taipa khas Danau Matano.

“Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” ujar Sri Suparni Bahlil.

Melalui sinergi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Dekranas, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan potensi lokal sebagai bagian dari praktik pertambangan berkelanjutan.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Tingkatkan Kapasitas Petani Binaan Terapkan Pertanian Organik

Perusahaan meyakini bahwa pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat merupakan investasi sosial yang berjalan seiring dengan keberlanjutan operasional bisnis.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif29 Oktober 2026 17:56
Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote di Innova Zenix
Kalla Toyota memperkenalkan teknologi konektivitas terbaru T Intouch with Toyota Remote yang memungkinkan pemilik mengakses dan mengontrol sejumlah fu...
Aneka29 Oktober 2026 14:44
Asmo Sulsel Ingatkan Pentingnya Servis Motor Berkala
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan konsumen Honda agar melakukan perawatan sepeda motor sejak awal pemakaian untuk menjaga perfor...
Bisnis29 Oktober 2026 14:11
Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun hingga September 2026
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026....
Ekonomi29 Oktober 2026 13:53
OJK Perkuat Riset untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan riset berbasis bukti dalam perumusan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pe...