SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jumat di Sekolah Islam Athirah memiliki makna yang berbeda karena eluruh guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran manajemen mengawali aktivitas dengan membaca Surah Al-Kahfi melalui program Al Kahfi Time.
Kegiatan tersebut telah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya Sekolah Islam Athirah menghadirkan lingkungan kerja dan pendidikan yang tidak hanya produktif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual.
Setiap Jumat pagi, seluruh insan Athirah meluangkan waktu untuk bertadarus bersama. Suasana khusyuk tersebut menjadi awal sebelum menjalankan berbagai aktivitas pendidikan.
Baca Juga : Pekan Olahraga NIPAH 2026 Kembali Digelar, Padukan Olahraga dan Keberlanjutan
Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril mengatakan, Al Kahfi Time merupakan salah satu program keagamaan yang ditujukan bagi guru dan karyawan.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami makna ayat-ayat yang dibaca.
“Ini merupakan program keagamaan di guru dan karyawan. Tadarus bersama dan juga memahami makna dari ayat yang dibaca. Harapannya dapat menjadi jalan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Baca Juga : Baruga Golf Skill Contest 2026 Kembali Digelar, Berhadiah Mobil hingga Puluhan Juta Rupiah
Menurut Syamril, membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat bukan sekadar menjalankan amalan sunnah.
Tradisi tersebut juga menjadi ikhtiar untuk memohon keberkahan serta ketenangan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
Sekolah Islam Athirah berharap keberkahan itu tidak hanya dirasakan oleh guru dan tenaga kependidikan.
Baca Juga : Kalla Toyota Luncurkan KIDDO, Hadirkan Ruang Belajar dan Bermain bagi Anak
Nilai-nilai tersebut juga diharapkan berdampak pada peserta didik, perkembangan sekolah, hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Usai Al Kahfi Time, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Berkah. Seluruh guru dan karyawan berkumpul menikmati sarapan bersama yang disiapkan secara bergiliran oleh setiap departemen atau divisi.
Momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan di lingkungan kerja. Guru dan karyawan memanfaatkannya untuk saling menyapa serta membangun komunikasi di luar aktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Loving Monday at KALLA Bertema Piala Dunia 2026, Perkuat Kolaborasi Insan Kalla
Kepala Seksi QGDP Unit TK-SD Sekolah Islam Athirah Komarudin Evendi mengatakan, pembiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedekatan seluruh insan Athirah dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Melalui pembiasaan ini, kami berharap interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, memperkuat semangat pengabdian, serta menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” jelas Komarudin.
Baca Juga : Bugis Waterpark Hadirkan Promo Holiventure Special July, Tiket Masuk Mulai Rp80 Ribu
Dalam beberapa kesempatan, Al Kahfi Time juga diisi dengan tausiah singkat. Kegiatan tersebut menjadi sarana tadabbur agar guru dan tenaga kependidikan semakin memahami makna profesi sebagai pendidik.
Bagi Sekolah Islam Athirah, menjadi pendidik bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan.
Lebih dari itu, guru juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai, memberikan keteladanan, dan membimbing peserta didik dengan hati.
Melalui Al Kahfi Time, Sekolah Islam Athirah ingin menjaga keseimbangan antara kompetensi dan spiritualitas. Budaya ini diharapkan terus menjadi sumber inspirasi dalam setiap langkah pengabdian seluruh insan Athirah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar