SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jumat di Sekolah Islam Athirah memiliki makna yang berbeda karena eluruh guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran manajemen mengawali aktivitas dengan membaca Surah Al-Kahfi melalui program Al Kahfi Time.
Kegiatan tersebut telah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya Sekolah Islam Athirah menghadirkan lingkungan kerja dan pendidikan yang tidak hanya produktif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual.
Setiap Jumat pagi, seluruh insan Athirah meluangkan waktu untuk bertadarus bersama. Suasana khusyuk tersebut menjadi awal sebelum menjalankan berbagai aktivitas pendidikan.
Baca Juga : New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV
Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril mengatakan, Al Kahfi Time merupakan salah satu program keagamaan yang ditujukan bagi guru dan karyawan.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami makna ayat-ayat yang dibaca.
“Ini merupakan program keagamaan di guru dan karyawan. Tadarus bersama dan juga memahami makna dari ayat yang dibaca. Harapannya dapat menjadi jalan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Baca Juga : Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
Menurut Syamril, membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat bukan sekadar menjalankan amalan sunnah.
Tradisi tersebut juga menjadi ikhtiar untuk memohon keberkahan serta ketenangan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
Sekolah Islam Athirah berharap keberkahan itu tidak hanya dirasakan oleh guru dan tenaga kependidikan.
Baca Juga : Toyota Serbu di TSM Makassar, Kalla Toyota Siapkan Promo dan 74 Hadiah
Nilai-nilai tersebut juga diharapkan berdampak pada peserta didik, perkembangan sekolah, hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Usai Al Kahfi Time, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Berkah. Seluruh guru dan karyawan berkumpul menikmati sarapan bersama yang disiapkan secara bergiliran oleh setiap departemen atau divisi.
Momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan di lingkungan kerja. Guru dan karyawan memanfaatkannya untuk saling menyapa serta membangun komunikasi di luar aktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpeluang Jadi Percontohan di Makassar
Kepala Seksi QGDP Unit TK-SD Sekolah Islam Athirah Komarudin Evendi mengatakan, pembiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedekatan seluruh insan Athirah dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Melalui pembiasaan ini, kami berharap interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, memperkuat semangat pengabdian, serta menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” jelas Komarudin.
Baca Juga : Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Dalam beberapa kesempatan, Al Kahfi Time juga diisi dengan tausiah singkat. Kegiatan tersebut menjadi sarana tadabbur agar guru dan tenaga kependidikan semakin memahami makna profesi sebagai pendidik.
Bagi Sekolah Islam Athirah, menjadi pendidik bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan.
Lebih dari itu, guru juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai, memberikan keteladanan, dan membimbing peserta didik dengan hati.
Melalui Al Kahfi Time, Sekolah Islam Athirah ingin menjaga keseimbangan antara kompetensi dan spiritualitas. Budaya ini diharapkan terus menjadi sumber inspirasi dalam setiap langkah pengabdian seluruh insan Athirah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar