Logo Sulselsatu

PT Vale dan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga Satukan Persepsi Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 12 Agustus 2026 13:48

PT Vale bersama masyarakat adat Wonua Mekongga perkuat silaturahmi. Foto: Istimewa.
PT Vale bersama masyarakat adat Wonua Mekongga perkuat silaturahmi. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, KOLAKA – Komitmen membangun hubungan yang terbuka dan saling menghormati dengan masyarakat lokal terus menjadi bagian penting dari kehadiran PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka.

Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan perwakilan masyarakat adat Tamalaki ke PT Vale pada Selasa (11/8/2026), yang berlangsung hangat sebagai ruang dialog dan kemitraan untuk memperkuat sinergi menjaga keberlanjutan sosial-ekonomi di Wonua Mekongga.

Kunjungan tersebut diikuti 26 organisasi adat Tamalaki yang tergabung dalam tiga unsur besar, yakni Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom.

Baca Juga : PT Vale dan Pemkab Morowali Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata Unsongi

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para perwakilan masyarakat adat menyampaikan pandangan, harapan, sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Vale di Wonua Mekongga.

Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale terus menempatkan keberlanjutan, tata kelola yang baik, dan keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari perjalanan investasinya.

Di Kabupaten Kolaka, komitmen tersebut diwujudkan melalui dialog yang terbuka dengan masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat, agar kehadiran perusahaan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Baca Juga : MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan

Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi mengenai pentingnya menjaga suasana yang kondusif bagi investasi, sekaligus memastikan manfaat sosial-ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Melalui komunikasi yang terjaga, perusahaan dan masyarakat adat membangun pemahaman bersama bahwa keberlanjutan pembangunan membutuhkan kepercayaan, partisipasi, dan kemitraan yang saling menguatkan.

Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra Mansiral Usman menyampaikan, kehadiran berbagai perwakilan masyarakat adat Tamalaki dalam satu forum bersama PT Vale merupakan momen penting.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya semangat bersama untuk menjaga iklim investasi yang baik di Kabupaten Kolaka.

“Ini menjadi momentum penting bagi kami, karena tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” ujar Mansiral.

Ia menilai kehadiran PT Vale telah membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Karena itu, ia berharap hubungan yang telah terbangun dapat terus dirawat agar manfaat investasi semakin dirasakan oleh masyarakat di daerah.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah atau Forsda, Jabir Lahukuwi.

Ia menegaskan bahwa investasi yang telah berjalan di Kabupaten Kolaka perlu dijaga bersama karena menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan pembangunan daerah.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” tegas Jabir.

Selain menyampaikan dukungan, para perwakilan masyarakat adat Tamalaki juga membawa sejumlah masukan konstruktif kepada PT Vale.

Aspirasi tersebut mencerminkan harapan agar kehadiran perusahaan tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga ikut menghadirkan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tiga hal utama menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal. Masyarakat adat Tamalaki berharap keterlibatan tenaga kerja lokal dapat terus diperluas, terutama melalui perusahaan mitra dan kontraktor PT Vale.

Dengan demikian, masyarakat Kolaka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengambil bagian dalam peluang kerja yang tumbuh seiring perkembangan proyek.

Kedua, dukungan terhadap pendidikan. Penyediaan akses beasiswa bagi generasi muda daerah dinilai penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal yang lebih siap, terampil, dan mampu bersaing.

Harapan ini sejalan dengan kebutuhan jangka panjang untuk memastikan anak-anak muda Kolaka memiliki kesempatan mengisi berbagai peran penting di masa depan.

Ketiga, penguatan program pengembangan masyarakat. Para perwakilan masyarakat adat berharap program Corporate Social Responsibility atau CSR dapat terus diarahkan untuk mendukung pemberdayaan sosial, penguatan kapasitas organisasi adat, serta pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kolaka.

Menanggapi dukungan dan aspirasi tersebut, Director of Project IGP Pomalaa PT Vale Mohammad Rifai menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan masyarakat adat Tamalaki yang telah hadir dan mengambil peran dalam menjaga suasana investasi yang kondusif.

Ia menilai dukungan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan proyek dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang bagi daerah.

Rifai juga menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan, terutama terkait kesiapan tenaga kerja lokal, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, hubungan antara perusahaan dan masyarakat perlu terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Ia juga mengajak generasi muda Kolaka untuk mulai mempersiapkan diri agar mampu mengisi peluang kerja seiring perkembangan dan kebutuhan proyek.

Kesiapan sumber daya manusia lokal, kata dia, menjadi bagian penting agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Masukan tersebut menjadi bagian penting dari dialog yang terus kami bangun bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan. Kami juga mendorong generasi muda Kolaka untuk terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensi, sehingga memiliki kesiapan untuk mengambil bagian dalam peluang yang terbuka sesuai kebutuhan dan tahapan proyek,” ujar Rifai.

Kunjungan perwakilan masyarakat adat Tamalaki ini menjadi penanda penting bahwa harmoni antara perusahaan dan masyarakat merupakan fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan di Wonua Mekongga.

Dengan persepsi yang semakin selaras, dialog yang terbuka, dan kemitraan yang saling menghormati, kehadiran PT Vale di Kabupaten Kolaka diharapkan terus berkontribusi pada terciptanya iklim investasi yang kondusif serta keberlanjutan sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News12 Agustus 2026 14:24
8 Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II Bersama PJM
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kerja sama dalam pengembangan kompetensi sumber day...
Hukum12 Agustus 2026 13:59
Polda Sulsel Jadikan Audit BPK Acuan Tetapkan Tersangka Kasus Seragam Sekolah Gowa
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menjadikan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai salah satu acuan u...
Makassar12 Agustus 2026 10:11
PLN UIP Sulawesi Raih Predikat Memuaskan Audit SMK3 dengan Nilai 90,36 Persen
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi meraih predikat Memuaskan dengan Bendera Emas dalam Audit Sertifikasi Sistem Manajemen Keselama...
Ekonomi12 Agustus 2026 08:31
Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh 30,80 Persen, Aset Capai Rp23,89 Triliun
Perbankan syariah di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan secara keseluruhan hingga Juni 2026....