Logo Sulselsatu

Momen Wartawan Cecar GM Pertamina soal Kelangkaan BBM di Makassar

Asrul
Asrul

Senin, 14 September 2026 14:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Salah seorang perwakilan wartawan mencecar Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi tersebut membuat sejumlah SPBU di Kota Makassar dipadati kendaraan hingga menimbulkan antrean panjang selama berjam-jam.

Pertanyaan itu disampaikan saat Deny menghadiri konferensi pers di Mapolda Sulsel, Senin (14/9/2026). Salah seorang wartawan, Fauzan, mempertanyakan alasan Pertamina yang menyebut masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke subsidi.

“Bahwa masyarakat berpindah dari nonsubsidi ke subsidi lah. Kenyataannya di lapangan, Pak (Deni Sukendar), yang antre Pertamax pun tidak kalah panjang dengan yang antre Pertalite, Pak,” ujar Fauzan dengan nada tegas.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

Fauzan kemudian menceritakan pengalamannya saat mengantre BBM nonsubsidi. Dia mengaku harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan Pertamax Turbo.

“Saya, Pak, ngantre 3 jam untuk beli Pertamax Turbo di motor, Pak. Itu yang dibilang panic buying, Pak?” ungkapnya.

Dia juga menyoroti narasi panic buying yang sebelumnya disampaikan Pertamina dan dibenarkan pemerintah daerah. Menurutnya, narasi tersebut justru tidak diterima masyarakat.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

“Narasi-narasi panic buying yang diutarakan oleh Pertamina yang kemudian dibenarkan oleh pemerintah daerah, itu secara tidak langsung tidak diterima oleh masyarakat, Pak,” paparnya.

Fauzan selanjutnya mempertanyakan penyebab antrean BBM yang terjadi selama berhari-hari. Dia juga meminta Pertamina memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Pertanyaannya adalah apa penyebab dari antrean yang berhari-hari ini, dan bagaimana Pertamina menjamin hal ini tidak terjadi lagi, Pak? Karena ini bukan kejadian di Sulawesi Selatan saja, Pak, di seluruh Indonesia. Kira-kira seperti itu. Mohon penjelasan dari pihak Pertamina seperti apa.” terangnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

Deny kemudian merespons pertanyaan tersebut. Dia mengatakan Pertamina masih menganalisis penyebab antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Terima kasih, rekan-rekan Wartawan. Kami memahami kondisi dari rekan-rekan sekalian. Yang dapat kami sampaikan, ini betul tadi disampaikan Jenderal juga, Pak Kapolda, ini masih kami menganalisa bersama-sama. Tetapi memang beberapa faktor yang tadi disampaikan, ini tidak satu faktor,” ucap Deny.

Menurut Deny, antrean BBM terjadi akibat akumulasi sejumlah faktor. Di antaranya disparitas harga dan lonjakan permintaan yang terjadi secara bersamaan.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Dicekal Polda Sulsel ke Luar Negeri Usai Tersangka Korupsi

“Tetapi ini merupakan akumulasi. Jadi, dari disparitas harga, kemudian dari lonjakan demand, ini terjadi bersamaan. Dan ini juga masih kami analisa dan kami antisipasi. Jadi, kami juga mohon pengertian dari rekan-rekan sekalian, kami berupaya untuk memenuhi distribusi ke seluruh wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan. Itu saja mungkin,” tutupnya.

Untuk diketahui, sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) belakangan ini mengalami antrean panjang di sejumlah SPBU. Khusus di Kota Makassar, antrean bahkan terjadi hingga berjam-jam.

Pemprov Sulsel kemudian memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi di seluruh SPBU di Sulsel mulai 13 hingga 20 September 2026.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan dan Pengurusan PBG

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat bernomor 670/2478/DESDM tentang Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Selatan yang diteken Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Kasman. Surat itu juga ditujukan kepada Executive General Manager Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga.

“Untuk mengurai antrean diberlakukan sistem pengisian berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil genap di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan,” kata Kasman dalam suratnya dikutip Sulselsatu, Minggu (13/9/2026).

Sebagai informasi, panic buying merupakan tindakan membeli barang dalam jumlah jauh lebih banyak dari biasanya karena rasa takut, cemas, atau khawatir barang tersebut akan habis atau langka.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Zulkarnaim
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi01 November 2026 15:57
Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Usung AI dan Triple Camera untuk Temani Aktivitas Anak Muda
SULSELSATU.com, JAKARTA – Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Samsung Galaxy A18 di pasar Indonesia. Smartphone terbaru dari lini...
Otomotif01 November 2026 14:56
BYD M6 DM Raih Favorite Hybrid Car di GIIAS Makassar 2026
BYD M6 DM meraih penghargaan Favorite Hybrid Car dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 yang berlangsung di Summ...
OPD01 November 2026 12:34
Kadir Halid Ungkap Progres Stadion Sudiang dan Pembenahan Fasilitas CPI Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur di Kota Makassar saat m...
Bisnis01 November 2026 10:16
LAZ Hadji Kalla Dampingi Enam Kelompok UMKM di Bone Perkuat Legalitas
Enam kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, mulai memperkuat legalitas produk melalui...