SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendorong warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana 2026, yang diwujudkan lewat kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran di RT 05/RW 02, Kelurahan Kaluku Bodoa, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 Wita itu melibatkan Pemerintah Kelurahan Kaluku Bodoa, unsur RT/RW, warga, serta Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa.
Baca Juga : PLN Inventarisasi Lahan SUTET Wotu–Bungku untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Sulawesi
Kampanye dikemas melalui kerja bakti membersihkan lingkungan, edukasi, dan aksi bersama dengan dua fokus utama, yakni penggunaan air secara bijak serta pencegahan kebakaran di kawasan permukiman.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak membangun kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko bencana.
Edukasi hemat air dinilai penting di tengah potensi kekeringan, sementara pencegahan kebakaran perlu diperkuat mengingat kawasan permukiman memiliki kerentanan terhadap kondisi darurat.
Baca Juga : PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Kelistrikan Wilayah Kepulauan
Ketua Kelompok Kaltana Kaluku Bodoa Hanah mengapresiasi dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kekeringan dan kebakaran.
“Kegiatan ini kita laksanakan karena sangat bermanfaat bagi kami dan masyarakat. Kami turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hemat air dan pencegahan kebakaran agar masyarakat semakin peduli, tanggap, dan mampu melakukan pencegahan sebelum bencana terjadi,” ujar Hanah.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran
Apresiasi serupa disampaikan Lurah Kaluku Bodoa, Alwan Januar Setiawan, S.STP. Ia menilai kolaborasi PLN, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketangguhan lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana. Kegiatan ini terbukti mampu membangun kesadaran dan kebersamaan warga untuk menjaga lingkungan, menghemat air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan Kelurahan Kaluku Bodoa yang semakin tangguh menghadapi bencana,” ungkap Alwan.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Henry Donald Mangatas Silaen mengatakan, program Desa Siaga Bencana merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Kembangkan Bank Sampah Pelita Bangsa, Dorong Ekonomi Sirkular di Makassar
“Melalui program ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap penggunaan air dan pencegahan kebakaran. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, Kaltana, RT/RW, dan warga terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujar Donald.
Melalui program TJSL Desa Siaga Bencana 2026, PLN UIP Sulawesi berkomitmen mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana.
Kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, hemat air, aman, dan lebih siap menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar