SULSELSATU.com, BANTAENG – Tim dosen Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di UKM Al Bakery, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini mengusung program bertajuk “Rancang Bangun Lemari Proofing Roti dengan Sistem Kontrol Suhu Terintegrasi untuk Meningkatkan Kualitas Fermentasi pada UKM Al Bakery.” Jumat, (2/10/2026).
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu meningkatkan efisiensi proses produksi serta kualitas produk pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), khususnya pada sektor industri pangan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi UKM Al Bakery sebelumnya adalah proses fermentasi adonan roti yang masih dilakukan menggunakan peralatan yang relatif manual. Kondisi tersebut membuat pengaturan suhu selama proses fermentasi belum optimal dan proses produksi membutuhkan waktu yang lebih lama.
Melalui kegiatan PkM ini, tim dosen AK-Manufaktur Bantaeng merancang dan memberikan lemari proofing roti dengan sistem kontrol suhu terintegrasi. Peralatan tersebut dirancang untuk membantu menjaga kondisi suhu selama proses fermentasi sehingga proses pengembangan adonan dapat berlangsung lebih terkontrol dan konsisten.
Pemilik UKM Al Bakery, Ibu Arfianih Alimuddin, menyambut positif penerapan lemari proofing tersebut. Menurutnya, alat ini membuat proses fermentasi adonan menjadi lebih mudah dan membantu mempercepat proses produksi roti.
“Kami sangat terbantu dengan adanya alat proofing ini. Sebelumnya, proses fermentasi masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Sekarang prosesnya lebih mudah dan dapat membantu mempercepat pembuatan roti,” ujar Ibu Arfianih Alimuddin, pemilik UKM Al Bakery.
Selain membantu dari sisi efisiensi waktu, penerapan teknologi proofing diharapkan dapat mendukung peningkatan konsistensi kualitas produk roti yang dihasilkan. Sistem kontrol suhu yang terintegrasi memungkinkan kondisi fermentasi lebih mudah dikendalikan sesuai kebutuhan proses produksi.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen AK-Manufaktur Bantaeng yang terdiri atas Maipha Deapati Arief selaku ketua tim, bersama anggota Mahlina Ekawati, Faruq Ratuhaji, Resti Ayu Ningrum, dan Rismul Trianto Salawali.
Menariknya, tim PkM ini berasal dari latar belakang program studi yang berbeda, yaitu Analisis Kimia, Teknik Perawatan Mesin, serta Teknik Listrik dan Instalasi. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan, karena proses perancangan dan penerapan alat membutuhkan keterpaduan aspek mekanik, kelistrikan, sistem kontrol, serta pemahaman terhadap proses produksi pangan.
“Kami berharap teknologi yang diberikan melalui kegiatan ini tidak hanya membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi UKM Al Bakery, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan proses produksi. Ke depan, kami ingin penerapan teknologi tepat guna seperti ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Bantaeng,” ujar Maipha Deapati Arief, Ketua Tim PkM AK-Manufaktur Bantaeng.
Kegiatan PkM tersebut sekaligus memperkuat peran AK-Manufaktur Bantaeng dalam mendukung pengembangan UMKM melalui penerapan hasil rekayasa dan keilmuan yang dimiliki oleh sivitas akademika. Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar