Logo Sulselsatu

Jokowi Setujui Usulan Iuran BPJS Kelas I Naik Jadi Rp160 Ribu

Asrul
Asrul

Rabu, 28 Agustus 2019 20:32

Presiden Joko Widodo. (INT)
Presiden Joko Widodo. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui usulan kenaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi dua kali lipat. Jokowi rencananya akan segera merilis peraturan presiden (Perpres) terkait hal itu.

Kenaikan iuran ini sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi XI DPR. Saat itu, Sri Mulyani mengusulkan iuran BJKN kelas Mandiri I naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per peserta per bulan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Lalu, iuran kelas Mandiri II naik dari Rp59 ribu menjadi Rp110 ribu per peserta per bulan.

Kemudian, iuran kelas Mandiri III naik Rp16.500 dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan.

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR/MPR pada Rabu (28/8/2019), menerangkan langkah kenaikan iuran BPJS Kesehatan benar-benar harus dilakukan.

“Itu sudah kami naikkan, segera akan keluar perpres-nya. Hitungan seperti yang disampaikan Ibu Menteri pada saat di DPR kemarin,” ujarnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (28/8/2019).

Menurut Mardiasmo, bila iuran BPJS Kesehatan naik, maka persoalan defisit anggaran perusahaan akan terselesaikan. Untuk itu, penerbitan perpres perlu segera dilakukan agar pemberlakuan kenaikan iuran bisa dilaksanakan mulai tahun depan.

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

“Insyaallah tidak ada lagi (defisit) dengan optimalisasi semuanya. Jadi, sudah dihitung, kalau sudah semuanya, tidak akan defisit lagi,” terang dia.

Lebih lanjut ia mengatakan peluang defisit tertutup sejatinya juga berasal dari perbaikan tata kelola administrasi dan manajemen BPJS Kesehatan. Lalu, ada pula peran dari optimalisasi kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Kementerian Kesehatan dalam penyelenggaraan program JKN.

“Jadi semuanya ‘keroyokan’, termasuk peran pemerintah daerah. Nah, saldo defisitnya baru ditutup dengan kenaikan iuran,” tuturnya.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

Sebelumnya, menurut perhitungan Sri Mulyani, bila kenaikan iuran bisa sesuai usulan, maka defisit keuangan BPJS Kesehatan bisa berbalik menjadi surplus Rp17,2 triliun.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis02 Juli 2026 11:26
Aston Makassar Hadirkan Cita Rasa Street Food Jepang Lewat Program 60 Seconds to Tokyo
Pecinta kuliner Jepang di Makassar kini tidak perlu jauh-jauh terbang ke Tokyo untuk menikmati aneka hidangan khas Negeri Sakura....
News02 Juli 2026 11:16
Bank Sulselbar Raih TOP Digital PR Award 2026, Perkuat Reputasi di Era Digital
Bank Sulselbar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan TOP Digital PR Award 2026 dalam ajang 8th TOP Digital Public ...
Makassar02 Juli 2026 07:55
Pompa Intake Manggala Berhasil Dioperasikan, Pasokan Air Baku Bertambah 300 Liter per Detik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upaya Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali menunjukkan has...
Video01 Juli 2026 21:08
VIDEO: Foto Presiden Prabowo Dikibarkan di Langit dalam Atraksi Terjun Payung HUT ke-80 Bhayangkara
SULSELSATU.com – Atraksi terjun payung menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Markas Sat...