Logo Sulselsatu

Toko Buku dan Pegiat Literasi di Makassar Deklarasi Antipembajakan

Asrul
Asrul

Rabu, 16 Oktober 2019 23:14

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSARPegiat literasi dan toko buku di Kota Makassar menggelar deklarasi antipembajakan buku di Kopisentris, Rabu (16/10/2019).

Deklarasi ini dihadiri tiga tokoh buku di Makassar yakni Paradigma Group, Dialektika Book Shop dan Toko Buku Intuisi.

Kegiatan tersebut dihadiri dua penulis seperti Soesilo Toer dan Muhidin M Dahlan, yang juga menjadi pembicara pada diskusi di kegiatan deklarasi tersebut. Pada kesempatan tersebut, Soesilo Toer menyatakan diri mendukung gerakan anti pembajakan.

Baca Juga : Gramedia Buka Toko Buku Baru di Makassar dengan Koleksi Hingga 9 Ribu Judul

Dia menganggap pembajak buku seperti benalu yang hidup dari tenaga dan pikiran orang lain. “Makanya saya dukung anti pembajakan. Kalau perlu sampai mati,” ujarnya.

Sementara itu, Muhidin M Dahlan mengatakan bahwa menerbitkan buku melalui proses yang panjang. Dimulai dari penulis yang menulis naskahnya melalui proses kreatif yang panjang.

Kemudian menuju ke penerbit di mana naskah tersebut harus diperiksa. Jika layak diterbitkan, naskah tersebut harus melalui proses editing yang juga tak singkat sebelum naksah tersebut dicetak. Sementara, para pembajak tak melewati proses panjang itu.

“Betul harganya (buku bajakan) murah karena tidak membayar penulis, dia hadang di percetakan. Karena itu kalau itu dibiarkan merusak ekosistem penerbitan,” ujar penulis Tuhan, Izinkan Aku Jadi Pelacur itu.

Maka dari itu, Muhidin berharap ada suara dari Makassar dan kota lainnya untuk melawan pembajakan buku. “Setelah Yogyakarta, Makassar kedua untuk menyuarakan persoalan ini yang mengganggu ekosistem perbukuan,” ujarnya.

“Berharap kita mengajak seluruhnya menyuarakan ini. Ini bukan hanya persoalan penerbit an sich, tapi persoalan mendapatkan buku yang baik,” tambah Gus Muh, sapaan akrabnya.

Adapun Sulhan Yusuf selaku Owner Paradigma Group mengajak dua toko buku lainnya yang hadir dalam deklarasi tersebut untuk menjadi semacam trio, guna menjadi penyerang melawan pembajakan.

“Cara paling mudah untuk melawan pembajakan adalah tidak ikut memperpanjang mata rantai pembajakan (dengan ikut menjual buku bajakan). Karena pembajak ini terorganisir,” ungkap penulis buku Pesona Sari Diri ini.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...