Logo Sulselsatu

Kurdi Tuding Militer Turki Gunakan Senjata Terlarang di Suriah

Asrul
Asrul

Kamis, 17 Oktober 2019 18:56

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kurdi menuding militer Turki menggunakan senjata berbahaya dalam gempuran ke utara Suriah, terutama Ras al-Ain. Senjata yang digunakan diduga sepeti bom bakar dan amunisi fosfor putih.

Agresi Turki menggunakan semua senjata yang tersedia terhadap Ras al-Ain,” demikian pernyataan Kurdi yang dikutip dari CNNIndonesia dari AFP.

Mereka menyatakan bahwa pasukan Presiden Recep Tayyip Erdogan mulai menghalalkan penggunaan segala jenis senjata karena tidak menyangka Kurdi dapat melakukan perlawanan sengit.

Baca Juga : VIDEO: Pendistribusian Bantuan Indonesia untuk Korban Gempa di Turki dan Suriah

“Dihadapkan dengan kegagalan rencananya, Erdogan menggunakan senjata yang dilarang secara global, seperti fosfor dan bom bakar,” bunyi pernyataan Kurdi.

Kelompok Kurdi tersebut lantas mengunggah video yang menunjukkan anak-anak menderita luka bakar. Seorang dokter di Hasakeh mengonfirmasi bahwa luka semacam itu kemungkinan besar akibat terpapar senjata terlarang.

Kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, mengakui ada peningkatan jumlah luka bakar dalam pertempuran di daerah Ras al-ain selama dua hari belakangan.

Baca Juga : ISIS Serang Penjara Suriah Lepaskan Tahanan Sesama Anggota

Namun, kelompok pemantau tersebut belum dapat mengonfirmasi penyebab luka bakar tersebut, senjata terlarang atau bukan.

Di tengah kisruh ini, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) selaku tentara defacto di daerah Kurdi, mendesak organisasi-organisasi internasional untuk mengirimkan ahli ke lokasi.

“Kami mendesak organisasi internasional untuk mengirimkan tim guna menyelidiki sejumlah luka akibat serangan. Fasilitas medis di Suriah sangat kekurangan tim ahli,” kata juru bicara SDF.

Baca Juga : Bahas Suriah, Erdogan dan Putin Bicara Lewat Telepon

Turki mulai melakukan gempuran ke utara Suriah untuk mengusir pasukan Kurdi, kelompok yang mereka anggap sebagai teroris. Selama ini, kaum Kurdi memang terus menyerukan separatisme di Turki.

Kurdi sendiri selama ini bekerja sama dengan pasukan Amerika Serikat untuk menggempur ISIS di Suriah. Namun, Turki tetap melakukan gempuran setelah dilaporkan mendapatkan “lampu hijau” dari Presiden Donald Trump.

Tak lama setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan rencana gempuran ini pada pekan lalu, Trump pun menarik pasukan AS dari wilayah Kurdi dengan dalih menghindari korban jatuh dari pihaknya.

Baca Juga : Setelah AS, Jerman Desak Turki Hentikan Agresi Militer di Suriah

Pasukan Kurdi pun merasa AS mengkhianati mereka. Ketika dunia mulai mengkritik Turki, Trump membantah ia memberikan lampu hijau.

Trump lantas mengutus Wakil Presiden AS, Mike Pence, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk membujuk agar Turki mau melakukan gencatan senjata di Suriah.

Namun, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan mendeklarasikan gencatan senjata selama masih ada ancaman terorisme dari Kurdi.

Baca Juga : Didesak AS Gencatan Senjata di Suriah, Erdogan Tak Gentar

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...