Logo Sulselsatu

Polri Setop Penyelidikan Kasus Buku Merah

Asrul
Asrul

Kamis, 24 Oktober 2019 20:37

Barang bukti kasus suap bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman. (INT)
Barang bukti kasus suap bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Mabes Polri memutuskan untuk menyetop penyelidikan kasus perusakan buku merah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, keputusan itu diambil usai polisi tak menemukan pelanggaran dalam gelar perkara yang dilakukan bersama KPK.

“Semua yang mengikuti proses gelar perkara sepakat bahwa tidak terbukti adanya perobekan barang bukti sebagaimana yang diisukan,” kata Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Kamis (24/10/2019).

Kasus perusakan buku merah di KPK ini sebelumnya kembali diungkit IndonesiaLeaks. Mereka menyebut keterlibatan sejumlah perwira menengah Polri merusak buku merah sesuai video rekaman CCTV KPK.

Baca Juga : Kajati Baru Didesak Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi P3A di Takalar

Dalam gelar perkara beberapa waktu lalu, Polri turut melibatkan KPK dan Kejaksaan. Iqbal menyebut, gelar perkara dilakukan secara transparan.

Menurut Iqbal, video rekaman CCTV sengaja disebar untuk membentuk opini liar di masyarakat. Padahal sasarannya untuk memojokkan Polri.

“Bahkan dalam rekaman CCTV yang beredar, sengaja disebarkan untuk menggiring opini tak berdasar, itu juga tidak ditemukan bukti terjadinya proses perusakan,” ujar Iqbal.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Sebelumnya, buku merah catatan keuangan pengusaha importir daging Basuki Hariman –terdakwa kasus suap terhadap hakim MK Patrialis Akbar — yang ditulis sekretarisnya, disita Polda Metro Jaya dari KPK.

Penyitaan itu berdasarkan perintah pengadilan. Dalam surat penyitaan dituliskan Polda Metro Jaya tengah menyidik kasus merintangi penyidikan kasus korupsi.

Buku merah sendiri sempat heboh karena ramai diberitakan IndonesiaLeaks, terkait catatan aliran dana dan ada nama Tito Karnavian saat menjadi Kapolda Metro Jaya. Polri sudah membantah soal ini.

Baca Juga : Bupati Takalar Pastikan Tak Terlibat Korupsi, Siap Bantu KPK Ungkap Fakta

Ketua KPK Agus Rahardjo pernah mengemukakan pendapat soal buku merah. Kata dia, tidak ditemukan bukti adanya penghapusan nama Tito oleh dua polisi yang bekerja di KPK kala itu, Roland dan Harun.

“Pimpinan KPK telah memutuskan untuk memberikan 2 barang bukti karena telah ada penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 98/Pen.Sit/2018/PN.Jkt.Sel tertanggal 23 Oktober 2018 yang dilampirkan dalam surat yang dikirimkan oleh Kapolda Metro Jaya pada Ketua KPK tanggal 24 Oktober 2018 lalu,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti dikutip dari kumparan, Kamis (24/10/2019).

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi24 Oktober 2026 18:34
Tallukarsa Pangan Jadi Strategi BI Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi pengendalian inflasi pangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampu...
Sulsel24 Oktober 2026 18:14
Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa untuk terus meningkatk...
Ekonomi24 Oktober 2026 13:40
PT Vale Indonesia Tingkatkan Kapasitas Petani Binaan Terapkan Pertanian Organik
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kapasitas petani binaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui pelatihan ekologi tanah dan pengelolaan perta...
Politik24 Oktober 2026 08:21
AHY Apresiasi 22 Tahun Pengabdian Ni’matullah Besarkan Demokrat Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi atas pengabdian Ni’matullah Erbe sel...