Logo Sulselsatu

Kontraktor Lokal Mengeluh, Jokowi Minta BUMN Setop Kuasai Proyek Infrastruktur

Asrul
Asrul

Rabu, 06 November 2019 20:56

Presiden Joko Widodo. (INT)
Presiden Joko Widodo. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mewanti-wanti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak menguasai proyek pembangunan infrastruktur. Ini merupakan peringatan Jokowi yang kesekian kalinya lantaran BUMN nyaris mengambil semua proyek infrastruktur pemerintah.

Ia meminta BUMN membagi pembangunan proyek infrastruktur kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal.

“Saya sudah perintahkan ini, engga sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya! Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal, Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya,” katanya di Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Jokowi mengatakan peringatan ia berikan karena pemerintah sering mendapat keluhan dari kontraktor lokal, baik di provinsi, kabupaten maupun kota; pembangunan infrastruktur diambil semuanya oleh BUMN. Ia tak ingin dominasi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut tak semua pembangunan infrastruktur memakai APBN. Oleh karena itu, kata Jokowi, pemerintah mengembangkan berbagai model pembayaran, seperti KPBU, PPP, hingga PINA.

“Selalu saya sampaikan, tolong tawarkan, berikan prioritas pada swasta dulu. Kalau swasta tak mau, silakan BUMN yang mengerjakan terutama yang IRR rendah karena ada suntikan PMN,” tuturnya.

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Jokowi mengatakan Indonesia sudah tertinggal jauh dari sejumlah negara lainnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

Ia mencontohkan soal pembangunan jalan tol. Menurutnya, sejak pembangunan Jalan Tol Jagorawi pada 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 kilometer jalan tol.

Sementara itu, China dalam periode yang sama berhasil membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

“Jangan ada yang tepuk tangan. Kita 780 kilometer selama 40 tahun, di China 280.000 kilometer,” ujarnya.

Meskipun demikian, Jokowi bersyukur sampai akhir tahun ini, pembangunan selama lima tahun, Indonesia akan memiliki jalan tol sepanjang 1.500 kilometer. Ia pun berharap dalam lima tahun ke depan, panjang jalan tol RI mencapai sekitar 4.500 sampai 5.000 kilometer.

“Ahamdulillah peringkat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur sekarang 52, tahun 2019. Naik 30 peringkat dibanding tahun 2010. Pencapaian sangat baik dan kita harapkan daya saing global meningkat,” katanya.

Baca Juga : Resmi Dipecat! Jokowi, Gibran, dan Bobby Bukan Lagi Kader PDIP

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News20 September 2026 13:57
Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
KALLA memasuki usia ke-74 tahun dengan mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”....
News20 September 2026 11:28
PLN dan Lima Kantor Pertanahan BPN Tinjau Tapak SUTET 275 kV Palopo-Bakaru
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama lima Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan peninjauan lapangan un...
Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...