Logo Sulselsatu

Pemerintah Minta Sosialisasi Bahaya Corona Pakai Bahasa Daerah

Asrul
Asrul

Selasa, 31 Maret 2020 08:15

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Pemerintah meminta agar pihak-pihak terkait menggunakan bahasa daerah dalam mengkampanyekan bahaya Covid-19. Penggunaan bahasa daerah agar lebih dimengerti masyarakat.

“Pemerintah telah memutuskan social distancing dan physical distancing, harus bisa diterjemahkan dalam bahasa daerah sampai RT/RW dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat,” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Senin (30/3/2020).

Doni meminta agar penyampaian sosialisasi turut melibatkan tokoh-tokoh yang ada di tingkat desa. Sosialisasi tersebut dapat menjelaskan tentang ancaman covid-19, penularan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan, sehingga masyarakat tidak mudah terinfeksi.

Baca Juga : Jadi Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar, BRI Diapresiasi Oleh Negara

Salah satunya mengenai mencuci tangan. Doni menjelaskan bahwa 90 persen penularan Covid-19 berasal dari interaksi menggunakan tangan. Oleh karena itu ia mengingatkan agar masyarakat rajin mencuci tangan.

Pihak terkait yang menyampaikan sosialisasi juga perlu mengingatkan masyarakat mengenai hal tersebut. Tentu guna menekan laju penularan virus corona.

“Tangan yang menyentuh bagian tertentu pada beberapa tempat umum, fasilitas publik, dan sebagainya. Kemudian tangan tersebut menyentuh mata hidung dan mulut. Inilah yang menjadi faktor terbesar seseorang terpapar atau bahkan terinfeksi,” jelasnya.

Baca Juga : Pengumuman! Restrukturisasi Kredit Perbankan Penanganan Pandemi Covid-19 Berakhir

Virus corona telah menginfeksi 1.414 orang di Indonesia hingga Senin (30/3). Jumlahnya meningkat dari hari sebelumnya.

Dari 1.414 kasus positif, sebanyak 122 orang meninggal dunia dan 75 orang telah dinyatakan sembuh dari virus corona.

“Penambahan konfirmasi kasus positif mencapai 129 orang, sehingga total kasus 1.414,” kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanggulangan corona, Achmad Yurianto, Senin (30/3).

Baca Juga : PT Bumi Karsa Dirikan Posko Mudik, Bentuk Peduli Keselamatan dan Kenyamanan Para Pemudik

Terbaru, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar disertai penerapan darurat sipil. Jokowi ingin langkah yang lebih efektif dalam menanggulangi corona di Indonesia.

“Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing dilakukan lebih tegas, disiplin, dan lebih efektif lagi, sehingga saya sampaikan juga tadi bahwa perlu didampingi kebijakan darurat sipil,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai corona, Senin (30/3).

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik30 Januari 2026 23:07
Hadiri Rakernas PSI, RMS dan Wagub Fatmawati Sambut Jokowi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kota Makassar dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sul...
Pendidikan30 Januari 2026 21:52
Jelang Pelantikan DPP IKA Unismuh, Pengurus Temui Wali Kota Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKA) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar audiensi deng...
Video30 Januari 2026 21:31
VIDEO: Penampilan juara iForte National Dance Competition Makassar
SULSELSATU.com – Babak kurasi iForte Dance Competition Makassar berlangsung di Mal Ratu Indah, Kamis (29/1/2026). 13 grup tampil menyuguhkan per...
Makassar30 Januari 2026 20:51
Munafri Tekankan OPD Pangkas Ego Sektoral agar Pelayanan Publik Tak Terhambat
SULSELSATU.com MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya membenahi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualit...