Logo Sulselsatu

Jubir ADAMA: Pihak yang Diduga Melanggar Bukan Paslon

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Selasa, 13 Oktober 2020 16:36

Calon Wakil Walikota Makassaer, Indira Mulyasari Paramastuti. Perempuan yang menjadi pilihan petahana, Moh Ramdhan Pomanto di Pilwali Makassar 2018. (Foto/ Ist)
Calon Wakil Walikota Makassaer, Indira Mulyasari Paramastuti. Perempuan yang menjadi pilihan petahana, Moh Ramdhan Pomanto di Pilwali Makassar 2018. (Foto/ Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Terkait kasus dugaan pelanggaran politik uang yang dilaporkan kubu kandidat Munafri-Rahman Bando pada pasangan calon Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), juru bicara tim ADAMA Indira Mulyasari menyebut yang diduga melanggar bukanlah paslon Danny-Fatma, maupun tim kampanye tim ADAMA. Danny-Fatma sendiri juga mengaku tidak mengetahui peristiwa yang dilaporkan kubu lawannya.

“Yang melanggar itu bukan bagian dari kami, baik Paslon Danny-Fatma atau tim kampanye. Individu-individu yang terekam di lokasi, seperti yang dilaporkan, adalah pihak yang diduga melanggar,” ujar Indira dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).

Politisi perempuan Nasdem ini mengungkapkan, Paslon Danny-Fatma sebelumnya juga telah dimintai keterangan oleh Bawaslu Makassar terkait adanya atribut kampanye Danny-Fatma di lokasi kejadian. Akan tetapi, paslon dengan nomor urut 1 ini mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.

Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar ini menambahkan, pihaknya mengaku heran dengan sikap Bawaslu Makassar yang terkesan sangat bersemangat merilis hasil penyelidikan tim Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) pada paslon Danny-Fatma sebagai pihak terlapor.

“Proses seperti ini juga dialami kandidat lain, seperti Appi-Rahman sebelumnya. Hanya saja, hanya pada kasus kami selaku terlapor, Bawaslu Makassar memberi keterangan pers, sedangkan untuk kasus-kasus sebelumnya, Bawaslu tidak memberi keterangan pers. Untuk hal ini, dapat ditanyakan langsung kepada Bawaslu,” pungkas Indira.

Sementara itu, anggota Bawaslu Makassar, Zulfikarnain yang dikonfirmasi mengaku tidak pernah membeda-bedakan setiap laporan yang masuk ke Bawaslu. Semua laporan yang masuk diproses oleh tim Gakumdu (Penegak Hukum Terpadu) yang terdiri dari Anggota Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

“Kami tidak pernah merilis hasil pemeriksaan laporan dengan melakukan jumpa pers, namun kita tetap merespon bilamana ada pihak media yang bertanya, di kantor juga setiap perkembangan kasus tertulis di papan pengumuman, kebetulan juga baru satu kasus yang naik ke tahap penyidikan,” tutup Zulfikarnain. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Aneka03 November 2026 12:40
Asmo Sulsel Bagikan 4 Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan
Pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim hujan. Jalan licin, genangan air, hingga jarak pandang yang terbatas dapat ...
Ekonomi03 November 2026 12:25
OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah, Aset Tembus Rp3.307 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah untuk menyatukan arah pengembangan industri keuangan s...
Makassar03 November 2026 10:39
​Festival Bulan Budaya Makassar Sukses Digelar, Pemkot Perkuat Ruang Ekspresi Seniman Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di...
Makassar03 November 2026 09:34
Terima Kunjungan Kapolres Pelabuhan, Andi Syahrum Bahas Pemenuhan Air Bersih di Ujung Tanah dan Sangkarrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, bersama Plt Direktur Umum, Andi T...