Logo Sulselsatu

Elektabilitasnya Unggul Jauh, ADAMA’ Terus Jadi Sasaran Fitnah

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Sabtu, 17 Oktober 2020 15:07

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPD Partai Gelora Makassar, EZ Muttaqien Yunus mencium aroma skenario mendiskualifikasi pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) oleh pihak tertentu di Pilkada Makassar.

Tanggapan ini merespons berbagai macam fitnah dan tindakan zalim kepada pasangan nomor urut 1 itu pasca rilis survei Celebes Research Center.

Dikatakan Aking, sapaan akrab EZ Muttaqien Yunus, upaya dari kubu tertentu yang menggiring opini bahwa ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) melakukan dugaan politik uang adalah bentuk ketakutan dan ketidakdewasaan berpolitik.

“Melihat tingginya hasil survei dan dukungan masyarakat ke pasangan ADAMA’ mungkin yang menjadikan mereka melakukan tindakan-tindakan pengecut seperti itu,” ucap Aking, Sabtu (17/10/2020).

Sebagai salah satu partai pendukung, lanjut Aking, pasangan ADAMA’ sejak awal telah menegaskan melawan politik uang dan senantiasa menjunjung tinggi demokrasi damai serta berpolitik secara santun.

“Sejak awal tim pemenangan kami ingin menjadikan pilkada kali ini sebagai pilkada yang mencerdaskan dan melawan politik uang. Makanya saat deklarasi, Danny-Fatma mengajak untuk bertarung ide dan gagasan. Jangan ballorang (penakut) bertarung sehat,” tegas lelaki berkacamata ini.

Sementara Ketua DPD Partai NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi (Cicu), menyampaikan agar seluruh tim pemenangan dan pendukung Danny-Fatma tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif yang datang menyerang.

“Mari berkompetisi secara sehat. Masyarakat Makassar sudah sangat cerdas dalam memilih pemimpin dan tidak mudah terprovokasi,” ucap Cicu sambil menghimbau pihak lain untuk tidak “ballorang” bertarung secara sehat.

Diberitakan, Tim Danny-Fatma menerima laporan di dua lokasi berbeda terkait aksi bagi-bagi beras dengan menggunakan atribut ADAMA’ pada Jumat kemarin.

Danny Pomanto langsung meminta aparat keamanan menangkap pihak yang mengatasnamakan tim ADAMA’ yang membagi-bagikan beras kepada warga. Ada dugaan perencanaan pihak tertentu yang menggunakan atribut ADAMA’ agar kelihatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Saya minta polisi dan Bawaslu segera menindakinya,” ucap Danny Pomanto.

Danny menegaskan, ADAMA’ tidak memiliki kebijakan membagi-bagikan beras untuk meraup suara. Justru jualan selama kampanye adalah bukti keberhasilan ditambah program-program rasional yang seluruhnya untuk kepentingan warga dan kemajuan Kota Makassar.

“Kalau ada yang bagi-bagi sembako mengaku dari ADAMA’, itu adalah fitnah yang keji pada kami,” kata Wali Kota Makassar periode 2014-2019 ini. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum03 November 2026 13:21
Jaksa Usut Dugaan Korupsi Mark-up Pengadaan CCTV AI Disdik Sulsel Rp28 M
SULSELSATU, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mengusut dugaan korupsi mark-up pengadaan kamera pengawas atau...
Aneka03 November 2026 12:40
Asmo Sulsel Bagikan 4 Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan
Pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim hujan. Jalan licin, genangan air, hingga jarak pandang yang terbatas dapat ...
Ekonomi03 November 2026 12:25
OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah, Aset Tembus Rp3.307 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah untuk menyatukan arah pengembangan industri keuangan s...
Makassar03 November 2026 10:39
​Festival Bulan Budaya Makassar Sukses Digelar, Pemkot Perkuat Ruang Ekspresi Seniman Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di...