Logo Sulselsatu

Bupati Maros Wujudkan Impian Warga Bontoa Terkait Air Bersih

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Selasa, 10 November 2020 17:19

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAROS — Warga Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Maros, tak kuasa meluapkan kegembiraannya saat rombongan Bupati Maros, Hatta Rahman tiba di desa itu untuk meninjau sekaligus meresmikan penampungan air bersih di sejumlah titik.

Bagi warga, penyediaan air bersih yang diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros ini, tak ubahnya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Betapa tidak, selama berpuluh-puluh tahun mereka terpaksa harus membeli air bersih saat kemarau karena tidak adanya sumber air di wilayah itu.

“Andaikan bisa, saya sujud di kakinya Bapak Bupati karena kami sangat senang sekali sudah ada sumber air bersih untuk kami di sini. Dari lahir sampai sekarang, belum ada satupun pemerintah yang mewujudkan mimpi kami di sini,” kata seorang warga, Sari Banong, Selasa (10/11/2020).

Selama ini kata dia, warga harus mengeluarkan uang minimal Rp20 ribu rupiah perhari hanya untuk menutupi kebutuhan air bersih untuk masak dan minum. Sementara untuk mandi dan mencuci, mereka terpaksa menggunakan air empang yang rasanya payau dan keruh.

“Saya pak itu paling sedikit Rp20 ribu perhari untuk beli air saja. Sedangkan penghasilan saya ini tidak jelas karena tidak ada suami. Air yang kita beli itu untuk masak dan minum saja, kalau mandi dan mencuci kita pakai air empang dicampur air tawar begitu,” bebernya.

Sementara itu, Hatta Rahman menjelaskan, penampungan air bersih yang ada saat ini merupakan tahap awal dan uji coba. Kedepannya, Pemerintah Kabupaten akan menambah lokasi penampungan air di kecamatan yang memang selalu menjadi langganan krisis air bersih saat kemarau.

“Ini baru tahap awal makanya kita buat baru 8 titik dulu di beberapa desa dan kelurahan. Nantinya kita akan kaji lagi untuk ditambah titiknya di semua lokasi yang memang menjadi langganan krisis air bersih setiap tahun,” katanya.

Lebih lanjut, Hatta Rahman mengaku program pengadaan air bersih untuk wilayah pesisir ini sudah dilakukan selama dua kali oleh Pemkab, namun selalu gagal, sehingga harus dilakukan perencanaan ulang. Mulai dari pengambilan sumber air di Bantimurung melaui PDAM hingga penyaringan di Pacelle.

“Jadi ini program ini sudah beberapa kali kita lakukan upaya untuk pengadaan air bersih di lokasi ini tapi memang selalu gagal. Mudah-mudahan yang ini berhasil dan bisa dinikmati selama-lamanya oleh warga kita di sini,” lanjutnya.

Program pengadaan air bersih oleh Pemkab Maros ini, dilakukan dengan cara menyiapkan tandon berkapasitas 3300 liter yang air bersihnya diambil dari dua lokasi berbeda, yakni di Balitkanta dan juga Balitjas. Agar bisa teraliri, Pemkab juga harus memasang pipa sepanjang 17 kilometer dari sumur utama ke tandon-tandon itu.

“Alhamdulillah Balitjas dan Balitkanta melalui Kementriannya sudah menghibahkan tanah yang kita pakai sebagai sumber air itu untuk Pemkab Maros. Jadi ini kita pasang 17 kilometer pipa dari dua titik suplai air itu ke tandon ini,” sebutnya.

Selain akan menambah jumlah tandon, kedepannya kata dia, Pemkab juga akan merancang proses pendistribusian air bersih itu ke warga. Apakah akan diserahkan ke Pemerintah Desa atau akan diserahkan ke PDAM untuk dikelola.

“Jadi sisa perencanaan distribusinya dan maintenancenya. Apakah diserahkan ke Desa atau PDAM yang akan mengelola. Nah kalau program ini berjalan baik, kita akan lakukan juga di kecamatan lain yang juga mengalami krisis air bersih,” pungkasnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...
Hukum19 September 2026 12:32
Truk Langgar Jam Operasional di Gowa, Pemotor Jadi Korban hingga Kaki Hancur
SULSELSATU.com, GOWA – Malang betul nasib Murniati. Perempuan berusia 45 tahun itu jadi korban kecelakaan dengan truk di Jalan HM Yasin Limpo, R...
News19 September 2026 10:08
Program NSE CBP Rupiah dan Green PUR BI Sulsel Raih Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) meraih dua penghargaan pada ajang International Association of Business Communi...
News19 September 2026 09:32
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Komisi V DPR RI meninjau aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik di Makassa...