Logo Sulselsatu

Gunakan Cara-Cara Kotor, Perekam Suara Danny Adalah Titipan Kubu Tertentu

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Sabtu, 05 Desember 2020 23:36

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rekaman suara Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny yang dituding menghina Jusuf Kalla mulai terkuak. Diduga kuat, perekam suara itu adalah penyusup yang sengaja diutus khusus oleh kubu tertentu yang menjadi lawan politik mantan walikota Makassar itu.

Padahal, saat penyusup itu merekam secara diam-diam, Danny hanya menyampaikan pernyataan dari salah satu elit nasional yang kini menjadi perbincangan publik.

Meski kubu rival Danny memanfaatkan untuk mengeksploitasi jika pasangan Fatmawati Rusdi tersebut melakukan penghinaan. Namun kebenaran akhirnya berpihak. Itu setelah tim pemenangan ADAMA melakukan penelusuran, kenapa sampai perbincangan yang bukan untuk dipublikasikan itu beredar melalui rekaman suara.

Hasil penelurusan, kuat dugaan salah satu anggota LMP berinisial SM adalah sosok yang merekam statement Danny Pomanto. Setelah dicari tahu lebih lanjutnya, ternyata SM yang turut ikut dalam diskusi ini adalah eks karyawan Bosowa Group. Sekadar informasi, Bosowa Group adalah sponsor utama dari kubu pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

Rekaman yang beredar itupun adalah sebagian kecil dari bahasan diskusi yang kemudian diedit sedemikian rupa lalu disebarluaskan di dunia maya. Tim Appi-Rahman yang tersinggung dengan rekaman tersebut kemudian mengeksploitasi menjadi bahan serangan politik kepada Danny Pomanto.

Perekaman dan peredarannya pun disinyalir sebagai pemufakatan jahat untuk memfitnah dan menyurutkan Danny Pomanto dengan harapan Danny-Fatma kalah pada pertarungan Pilkada Makassar.

Kembali ke kediaman Danny Pomanto di Jalan Amirullah. Jauh sebelumnya, bahkan sebelum ada riak gelaran Pilkada Makassar, rumah mantan Wali Kota Makassar ini memang seperti “terbuka” untuk umum. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan kubu tertentu untuk menjalankan rencana licik.

Danny memang pernah melakukan diskusi ringan dengan komunitas yang di dalamnya baru ketahuan jika ada satu yang merupakan susupan titipan. Seperti yang hangat dibicarakan, pembahasan pun akhirnya mengarah pada kondisi terkini politik nasional. Salah satunya soal penangkapan Edhy Prabowo.

Seperti telah diulas dalam majalah Gatra dan Tempo, bahasannya tentang analisis hubungan antara Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan ditangkapnya Edhy Prabowo terkait kasus korupsi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sementara itu, Juru Bicara Danny Pomanto, Aloq Natsar Desi, pun mengatakan bahwa isi rekaman video dan suara yang beredar telah diedit. “Itu hanya diskusi biasa dan bagian dari analisis saja terhadap fenomena politik akhir-akhir ini di tanah air. Tidak ada maksud, apalagi mencemarkan nama baik seseorang,” ujar Aloq.

Menanggapi pelaporan oleh keluarga Appi terkait rekaman Danny soal JK, Aloq mengutarakan bahwa pihaknya juga akan melaporkan siapa yang merekam dan menyebarluaskan rekaman itu, sehingga menjadi bahan konsumsi publik yang tidak benar. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News19 September 2026 10:08
Program NSE CBP Rupiah dan Green PUR BI Sulsel Raih Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) meraih dua penghargaan pada ajang International Association of Business Communi...
News19 September 2026 09:32
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Komisi V DPR RI meninjau aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik di Makassa...
Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....