SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta jajarannya mempercepat proses vaksinasi Covid-19.
“Hari ini kita mulai lakukan vaksin massal selama sembilan hari ke depan. Vaksinasi massal ini dilakukan sebagai upaya percepatan dan kontribusi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mensukseskan program pemerintah pusat,” ungkapnya, saat meninjau proses vaksinasi, Rabu (7/7/2021).
Setelah melakukan peninjauan, Adnan melihat antusias masyarakat cukup tinggi dengan begitu dirinya menargetkan agar setiap kecamatan dapat melakukan vaksin untuk 1.000 orang. Tak hanya itu kegiatan ini pula sebagai bentuk dukungan terhadap target nasional yaitu sehari satu juta orang mengikuti vaksin.
Baca Juga : VIDEO: Polisi Gadungan Ditangkap di Gowa Usai Peras Warga
“Kita target satu kecamatan 1.000 yang divaksin sehingga dalam sehari kita mampu mencapai 2.000 orang yang vaksin di dua kecamatan. Sehingga peninjauan ini juga dilakukan untuk melihat sejauh mana vaksinasi dan mengecek sudah berapa,” jelasnya.
Selain vaksinasi massal yang tersebar di beberapa titik, pelaksanaan vaksin juga rutin dilakukan di 28 sarana kesehatan terdiri dari 2 rumah sakit dan 26 Puskesmas sehingga progres percepatan vaksinasi bisa lebih meningkat dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sulsel.
“Saat ini stok vaksin di Gowa sekitar 6.000an dosis dan ini akan terus kita gunakan sebagai bentuk percepatan,” tambahnya.
Baca Juga : VIDEO: Kecelakaan di Jembatan Kembar Gowa, Mobil dan Pembatas Jembatan Rusak
Sementara salah satu masyarakat Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Rahman Daud (50) mengatakan dirinya mengikuti vaksin untuk mencegah Covid-19 dan mensuskseskan gerakan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan.
Ia mengaku usai divaksin dirinya tidak merasakan apa-apa kecuali pada saat disuntik. Bahkan pemberitaan yang beredar mengenai bahaya vaksin langsung ditampik oleh warga Barombong ini.
“Setelah vaksin tidak ada gejala meskipun pada saat penyuntikan pasti ada rasa yang sakit namun setelah itu sudah tidak ada. Dan ini menepis hoaks sedikit demi sedikit yang beredar diluar bahwa vaksin itu berbahaya,” katanya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar