Logo Sulselsatu

Pasokan Masih Melimpah, Sulsel Deflasi 0,14 Persen

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 04 Oktober 2021 13:24

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bulan September 2021, Sulsel mengalami deflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Deflasi Sulsel terutama bersumber dari kelompok makanan, dipengaruhi karena melimpahnya pasokan pasca panen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,64 persen (mtm). Penurunan harga pada kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau terutama dipengaruhi turunnya harga komoditas cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, dan daging ayam ras.

Plt Kepala BI Sulsel, Fadjar Majardi mengatakan, dengan perkembangan ini, inflasi Sulsel secara keseluruhan baik tahunan maupun tahun kalender tercatat sebesar 1,62 persen (yoy) dan 1,05 persen (ytd). Angka ini berada dibawah sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0±1 persen.

Baca Juga : Sulsel Deflasi Sebesar -0,27 Persen di Agustus 2022, Andil Terbesar Akibat Harga Tiket Pesawat Turun

“Pasokan dan distribusi komoditas bahan makanan juga terpantau lancar di tengah situasi PPKM. Sementara itu, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi yang terjadi, terutama pada kelompok pengeluaran kesehatan; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; pendidikan; serta pakaian dan alas kaki,” jelasnya, Senin, (4/10/2021).

Fadjar menjelaskan, kenaikan harga pada kelompok kesehatan dipengaruhi oleh naiknya harga vitamin dan beberapa jenis obat-obatan. Selanjutnya, kenaikan pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga terutama dipengaruhi oleh naiknya harga sewa dan kontrak rumah.

Sementara untuk kenaikan harga pada kelompok pendidikan terutama dipengaruhi naiknya biaya akademi atau perguruan tinggi. Inflasi tahun 2021 diprakirakan tetap terkendali dan berada dibawah sasaran.

Baca Juga : Panen Berlimpah dan Subsidi Minyak Goreng Dongkrak Deflasi di Sulsel

Meski demikian, untuk mengantisipasi potensi kenaikan tekanan inflasi pada sisa tahun 2021 ini, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya, yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terus melakukan koordinasi dan merumuskan strategi pengendalian inflasi.

“Beberapa strategi utama meliputi koordinasi kelancaran produksi dan distribusi komoditas di tengah pemberlakuan PPKM; serta optimalisasi pemantauan harga secara langsung di lapangan maupun melalui PIHPS,” bebernya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Sri Wahyudi Astuti
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan20 September 2026 14:37
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dunia riset pelajar Sulawesi Selatan kembali menempatkan SMP Islam Athirah Makassar di panggung nasional....
News20 September 2026 13:57
Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
KALLA memasuki usia ke-74 tahun dengan mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”....
News20 September 2026 11:28
PLN dan Lima Kantor Pertanahan BPN Tinjau Tapak SUTET 275 kV Palopo-Bakaru
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama lima Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan peninjauan lapangan un...
Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...