Logo Sulselsatu

Wartawan dari Sulsel Terjerat Kasus Pelanggaran UU ITE dengan Vonis 3 Bulan Penjara

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Rabu, 24 November 2021 15:17

Wartawan dari Sulsel divonis 3 bulan penjara setelah menulis berita terkait korupsi (Jamber Ekspres)
Wartawan dari Sulsel divonis 3 bulan penjara setelah menulis berita terkait korupsi (Jamber Ekspres)

SULSELSATU.com, PALOPO – Pengadilan Negeri Palopo Sulsel menjatuhkan vonis 3 bulan penjara terhadap wartawan bernama Asrul atas tudingan pelanggaran UU ITE. Asrul di tangkap usai menulis berita kasus dugaan korupsi.

“Itu sudah putusan tiga bulan penjara,” ujar kuasa hukum Asrul, Azis Dumpa dikutip dari detikcom, Rabu (24/11/2021).

Pihak Asrul kini mempertimbangkan banding terhadap vonis tersebut. Asrul menjalani sidang putusan 3 bulan penjara di Pengadilan Negeri Palopo pada Selasa (23/11). Azis mengatakan, pihaknya akan melakukan banding atas putusan itu.

“Kami mempertimbangkan banding tapi kemudian menunggu juga dari Asrul karena bagaimana pun juga keputusan ada sama dia,” kata Azis.

Sponsored by MGID

Melansir detikcom, yang jelas sebagai perwakilan LBH Makassar serta Tim Hukum Koalisi Advokat Kebebasan Pers dan Berekspresi dan Tim Hukum Koalisi Pembela Kebebasan Pers (KPKP) untuk Asrul pihaknya menyesalkan putusan tersebut.

“Kami masih punya waktu 7 hari untuk memikirkan upaya banding, tapi yang pasti bagi kami putusan ini mengecewakan dan tidak sesuai apa yang kami harapkan sejak awal bahwa sengketa pers bukan ranah pidana,” tutur Azis.

Berita yang ditulisnya Asrul kata Azis, merupakan produk jurnalistik yang apabila ada pelanggaran atau kesalahan, maka yang mesti dituntut adalah media tempat Asrul bekerja.

“Kalau misal ada orang keberatan terhadap produk pers, maka pertanggungjawaban yang di mintakan harus ke medianya bukan ke jurnalisnya, karena ini tak bisa lagi dilihat produk individu,” kata Azis.

Azis mengatakan, hal ini bisa menjadi preseden buruk demokrasi dan kebebasan pers. Dia menilai, kasus Asrul membuat jurnalis ketakutan.

“Jadi tidak mendorong jadi profesional, justru wartawan menjadi takut bersikap kritis,” katanya.

Untuk diketahui, Asrul sebelumnya diadukan oleh pria bernama Farid Kasim Judas yang keberatan terhadap 3 berita dugaan korupsi yang ditulisnya di media online berita.news pada Mei 2019.

Di antara 3 berita yang disoal tersebut adalah berita dengan judul ‘Putra Mahkota Palopo Diduga ‘Dalang’ Korupsi PLTMH dan Keripik Zaro Rp 11 M’ yang dimuat pada 10 Mei 2019.

Kemudian ada pula berita berjudul ‘Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas’ yang dimuat pada 24 Mei 2019 serta berita berjudul ‘Jilid II Korupsi jalan Lingkar Barat Rp5 M, Sinyal Penyidik Untuk Farid Judas?’ pada 25 Mei 2019.

Setelah berulangkali diperiksa penyidik Polda Sulsel, Asrul ditetapkan menjadi tersangka dan langsung ditahan selama 36 hari hingga ditangguhkan penahanannya pada Januari 2020.

Asrul saat itu disebut polisi telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian sehingga dijerat Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan pidana menyiarkan kabar yang menimbulkan keonaran sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (1) KUHP.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi30 November 2021 08:42
Erick Thohir Kukuhkan Aestika Oryza Gunarto Sebagai Ketum Forum Humas BUMN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Forum Humas (FH) BUMN terus memperkuat komitmen dalam menjamin penyampaian informasi mengenai Badan Usaha Milik Negar...
Makassar30 November 2021 08:07
Wali kota Danny Tanggung Biaya Pengobatan Kedua Mahasiswa Korban Pertikaian
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota, Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menjenguk kedua korban pertikaian mahasiswa asal kabupaten Lu...
Makassar30 November 2021 00:04
Saksikan Penyerahan DIPA Oleh Jokowi, Danny Harap Antisipasi Penanganan Covid-19 Gelombang III
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menyaksikan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA...
Sponsored by MGID
Breaking News29 November 2021 23:25
Terbukti Bersalah, Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah terbukti bersalah oleh Majelis Hakim. Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim...