Logo Sulselsatu

Hampir Pasti Tak Ada Wagub Sulsel, PKS Kecewa Sikap “Dingin” Andi Sudirman

Asrul
Asrul

Kamis, 03 Maret 2022 17:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kursi calon Wakil Gubernur Sulsel hampir pasti kosong bila saja Andi Sudirman Sulaiman tak dilantik sebagai gubernur definitif paling lambat 5 Maret 2022.

Partai pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yakni PKS, PDIP dan PAN bahkan telah menyiapkan jagoannya jauh-jauh hari harus menelan pil pahit tak bisa mendudukkan kadernya sebagai Wagub Sulsel mendampingi Andi Sudirman.

Bahkan, Andi Sudirman Sulaiman terkesan pasif dan tak ngotot mengupayakan pelantikan gubernur definitif dilakukan secepatnya. Atas sikap itu, PKS mengaku kecewa.

Baca Juga : Ketua PKS Sulsel Amri Arsyid Siap Tempur di Pilwali Makassar

“Mau diapa (posisi Wagub Sulsel terancam kosong), kita sudah berupaya untuk mendorong wakil. PKS kecewa tidak adanya Wagub, ini bukan sekedar tentang partisipasi sebagai Parpol pengusung tapi lebih kepada kesimbangan kewenangan dan tugas dalam menjalankan pemerintahan. Pasti semua kecewa terutama teman-teman di DPRD (Sulsel),” kata Sekretaris MPW PKS Sulsel Sri Rahmi, Kamis (3/3/2022).

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel itu bahkan melihat, Andi Sudirman terkesan menginginkan memimpin Sulsel sendirian hingga selesai masa jabatannya.

“Kalau diperhatikan, ada kesan Pak Sudirman tidak menginginkan adanya Wagub,” ujar Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.

Baca Juga : Meity Rahmatia Dorong Politisi Senior PKS Sri Rahmi Maju Pilwali Makassar

Alasanya, tidak ada upaya proaktif dari Andi Sudirman kepada partai pengusungnyauntuk membahas hal ini. Sementara batas waktu pelantikan dirinya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan definitif berakhir pada Sabtu, 5 Maret 2022 pekan ini.

“Kalau lewat dari tanggal itu, praktis kursi Wagub kosong. Fungsi pengawasan menjadi salah satu tugas wakil gubernur dalam Pasal 66 UU Pemerintahan Daerah, disebutkan bahwa wakil gubernur perlu memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan perangkat daerah,” ucapnya.

Jika itu yang terjadi kata Sri Rahmi, maka pemerintahan di Sulawesi Selatan menjadi tidak seimbang. Karena hanya dipimpin satu orang saja hingga 18 bulan ke depan.

Baca Juga : 2024, Legislator PKS Sulsel Sri Rahmi Incar Kursi Senayan

“Terjadi ketimpangan dalam roda pemerintahan. Tidak mungkin sekretaris daerah melulu yang dilibatkan. Sedangkan posisi Wagub paling krusial bila gubernur berhalangan hadir. Nah kalau tidak ada Wagub maka dipastikan kerja-kerja pak Gubernur akan berat ke depan,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News07 Agustus 2026 16:44
PLN UIP Sulawesi Gandeng BINDA Sultra Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pembangunan i...
Berita Utama07 Agustus 2026 15:12
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI di Asia-Pasifik
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan Zankore by Indosat, platform infrastruktur kecerdasan buatan (Art...
Makassar07 Agustus 2026 15:02
Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar bersama Karang Taruna Kota Makassar menggelar aksi donor darah di Aula Tirta Dharma P...
News07 Agustus 2026 13:34
Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji, Pembiayaan Haji Plus hingga Digital Jadi Motor Pertumbuhan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Muamalat terus memperkuat perannya dalam ekosistem haji nasional. Selain mencatat pertumbuhan kinerja bisnis yang po...