SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kursi calon Wakil Gubernur Sulsel hampir pasti kosong bila saja Andi Sudirman Sulaiman tak dilantik sebagai gubernur definitif paling lambat 5 Maret 2022.
Partai pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yakni PKS, PDIP dan PAN bahkan telah menyiapkan jagoannya jauh-jauh hari harus menelan pil pahit tak bisa mendudukkan kadernya sebagai Wagub Sulsel mendampingi Andi Sudirman.
Bahkan, Andi Sudirman Sulaiman terkesan pasif dan tak ngotot mengupayakan pelantikan gubernur definitif dilakukan secepatnya. Atas sikap itu, PKS mengaku kecewa.
Baca Juga : Ketua PKS Sulsel Amri Arsyid Siap Tempur di Pilwali Makassar
“Mau diapa (posisi Wagub Sulsel terancam kosong), kita sudah berupaya untuk mendorong wakil. PKS kecewa tidak adanya Wagub, ini bukan sekedar tentang partisipasi sebagai Parpol pengusung tapi lebih kepada kesimbangan kewenangan dan tugas dalam menjalankan pemerintahan. Pasti semua kecewa terutama teman-teman di DPRD (Sulsel),” kata Sekretaris MPW PKS Sulsel Sri Rahmi, Kamis (3/3/2022).
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel itu bahkan melihat, Andi Sudirman terkesan menginginkan memimpin Sulsel sendirian hingga selesai masa jabatannya.
“Kalau diperhatikan, ada kesan Pak Sudirman tidak menginginkan adanya Wagub,” ujar Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.
Baca Juga : Meity Rahmatia Dorong Politisi Senior PKS Sri Rahmi Maju Pilwali Makassar
Alasanya, tidak ada upaya proaktif dari Andi Sudirman kepada partai pengusungnyauntuk membahas hal ini. Sementara batas waktu pelantikan dirinya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan definitif berakhir pada Sabtu, 5 Maret 2022 pekan ini.
“Kalau lewat dari tanggal itu, praktis kursi Wagub kosong. Fungsi pengawasan menjadi salah satu tugas wakil gubernur dalam Pasal 66 UU Pemerintahan Daerah, disebutkan bahwa wakil gubernur perlu memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan perangkat daerah,” ucapnya.
Jika itu yang terjadi kata Sri Rahmi, maka pemerintahan di Sulawesi Selatan menjadi tidak seimbang. Karena hanya dipimpin satu orang saja hingga 18 bulan ke depan.
Baca Juga : 2024, Legislator PKS Sulsel Sri Rahmi Incar Kursi Senayan
“Terjadi ketimpangan dalam roda pemerintahan. Tidak mungkin sekretaris daerah melulu yang dilibatkan. Sedangkan posisi Wagub paling krusial bila gubernur berhalangan hadir. Nah kalau tidak ada Wagub maka dipastikan kerja-kerja pak Gubernur akan berat ke depan,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar