Logo Sulselsatu

Rusia Gencarkan Serangan, Minta Warga Tinggalkan Mariupol

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 21 Maret 2022 12:35

Rusia terus gencarkan serangan, meminta warga Ukraina meletakkan senjata dan meninggalkan Mariupol (CNN Indonesia)
Rusia terus gencarkan serangan, meminta warga Ukraina meletakkan senjata dan meninggalkan Mariupol (CNN Indonesia)

SULSELSATU.com – Rusia terus melancarkan serangan ke Mariupol. Rusia, lada Minggu (20/3) meminta warga Ukraina yang melawan untuk menurunkan senjata di pelabuhan timur Mariupol.

Kota Mariupol telah mengalami berbagai serangan terberat sejak imvasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Sebagian dari 400 ribu penduduk terjebak di kota dengan sedikit makanan, air, dan listrik.

“Letakkan senjata Anda,” kata Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, direktur Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, seperti diberitakan Reuters

Baca Juga : Setahun Invasi Ukraina, PBB Desak Rusia Tarik Pasukan Tanpa Syarat

“Bencana kemanusiaan yang mengerikan telah berkembang. Semua orang yang meletakkan senjata dijamin bisa keluar dari Mariupol dengan aman,” katanya lagi.

Dilansir CNN Indonesia, Senin, (21/3/2022), Mizintsev mengatakan koridor kemanusiaan untuk warga sipil akan dibuka ke arah timur dan barat dari Mariupol pada pukul 10 pagi waktu Moskow pada Senin (21/3).

Mizintsev juga bilang Ukraina memiliki waktu hingga pukul 5 pagi waktu Moskow untuk menanggapi tawaran koridor kemanusiaan dan meletakkan senjata.

Baca Juga : Kontras Geopolitik 2 Negara Adikuasa yang Seteru di Perang Rusia-Ukraina

Rusia dan Ukraina telah saling menyalahkan atas kegagalan membuka koridor semacam itu dalam beberapa pekan terakhir.

Mizintsev, tanpa memberi bukti, mengatakan, bahwa ‘bandit’, ‘neo-Nazi’, dan nasionalis Ukraina telah terlibat dalam ‘teror massal’ dan melakukan pembunuhan besar-besaran di kota.

Dia mengatakan Rusia tidak menggunakan senjata berat di Mariupol. Dia menyebut Rusia sudah mengevakuasi 59.304 orang ke luar kota, tetapi 130 ribu warga sipil menjadi sandera efektif di sana.

Baca Juga : Mengejutkan! Biden Diam-diam Kunjungi Ukraina di Tengah Invasi Rusia

Sebanyak 330.686 orang telah dievakuasi dari Ukraina oleh Rusia sejak dimulainya ‘operasi’.

Dewan Kota Mariupol mengatakan di Telegram pada Sabtu (19/3) bahwa beberapa ribu penduduk telah ‘dideportasi’ ke Rusia selama seminggu terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Sabtu (19/3) bahwa serangan Rusia di Mariupol adalah ‘teror yang akan diingat selamat berabad-abad yang akan datang’.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...