Logo Sulselsatu

Warga Tamalanrea Kembali Bergerak, Tolak PSEL di Tengah Permukiman

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 13 Mei 2026 16:25

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa oleh PT Sarana Utama Sinergi (SUS) di Kecamatan Tamalanrea kembali menggema di Kota Makassar.

Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa menggelar aksi demonstrasi di pelataran Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).

Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan penolakan pembangunan PSEL di kawasan permukiman warga.

Koordinator aksi, H. Akbar Adhy, menegaskan bahwa masyarakat bukan menolak pembangunan maupun program pengelolaan sampah, melainkan menolak lokasi proyek yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan hunian masyarakat.

“Penolakan ini bukan tanpa alasan. Kami meminta pemerintah pusat mempertimbangkan lokasi lain yang lebih layak dan tidak berada di tengah permukiman warga,” tegas Akbar di sela aksi.

Menurutnya, pembangunan PSEL di Tamalanrea dikhawatirkan menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Warga menilai keberadaan fasilitas tersebut berpotensi memicu pencemaran udara, gangguan kesehatan, hingga menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Aksi penolakan ini melibatkan warga dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tamalanrea, di antaranya Mula Baru, Tamalalang, Bontoa, Akasia, dan Alamanda. Mereka mendesak pemerintah melakukan kajian ulang secara transparan dan partisipatif terkait penentuan lokasi proyek strategis tersebut.

“Kami tidak anti pembangunan PSEL, tapi jangan dibangun di tengah permukiman kami. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan warga,” ujarnya.

Penolakan warga semakin menguat setelah adanya pernyataan Menteri Purbaya dalam pertemuan Satgas Percepatan dan Perluasan Pembangunan (P2SP) di Jakarta yang menyebut proyek PSEL tetap akan dibangun di Tamalanrea. Pernyataan itu memicu keresahan warga yang merasa aspirasi mereka tidak mendapat perhatian.

“Pernyataan bahwa lokasi tetap di Tamalanrea membuat kami resah. Seolah suara kami tidak dianggap,” tambah Akbar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar selama ini mengambil posisi sebagai penyeimbang antara kebijakan pemerintah pusat dan aspirasi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar bersama sejumlah SKPD aktif mengawal aspirasi warga terkait penolakan lokasi proyek di kawasan padat penduduk tersebut.

Pemkot juga diketahui mendorong alternatif pemindahan lokasi pembangunan ke kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala yang dinilai lebih representatif secara teknis maupun sosial.

Selain itu, koordinasi lintas kementerian bersama PT SUS terus dilakukan guna mencari solusi terbaik agar proyek pengelolaan sampah berbasis energi tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kesehatan, dan partisipasi masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...