Logo Sulselsatu

Dorong Electriying Agriculture, Bantuan 500 Bohlam PLN Bagi Petani Buah Naga di Sinjai Raih Cuan Berlipat

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 08 Agustus 2022 16:39

PLN memberi bantuan 500 bohlam untuk petani buah naga di Sinjai Sulsel (dokumen: PLN UIW Sulselrabar).
PLN memberi bantuan 500 bohlam untuk petani buah naga di Sinjai Sulsel (dokumen: PLN UIW Sulselrabar).

SULSELSATU.com, SINJAI – Indonesia menjadi salah satu negara penghasil buah naga. Hal ini karena Indonesia merupakan negara tropis yang cocok untuk menjadi tempat pertanian buah naga.

Ada banyak wilayah yang berpotensi untuk dijadikan sebagai lokasi untuk berkebun buah naga. Salah satunya Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Buah naga menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat Indonesia. Tidak hanya karena memiliki tekstur lembut dan rasa manis, tapi juga kandungan nutrisi buah naga yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Baca Juga : Terapkan Hidup Bersih, PT PLN Indonesia Power UBP Barru Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Di kabupaten yang dijuluki Bumi Panrita Kitta itu, buah naga tumbuh subur pada periode bulan September hingga April, sehingga menjadi ladang rupiah bagi masyarakat.

Salah satu warga yang berprofesi sebagi petani buah naga adalah Lukman, warga Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe. Pria berusia 53 tahun itu memiliki luas kebun buah naga sekitar 1 hektar yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Menurut Lukman, saat musim panen yang berlangsung Oktober sampai April setiap tahun, biasanya ia memanen hingga 5 ton buah naga setiap bulan. Harganya sekitar Rp10 ribuan per kilogram (kg).

Baca Juga : Dorong Pengembangan Kain Sutera Soppeng, PLN Gelar Beri Pelatihan Sablon dan Batik Print di Kabupaten Soppeng

Hasil buah naga itu ia antarkan sendiri ke Kota Makassar untuk dijual, yang selanjutnya akan dikirim ke Malaysia.

“Musim panen raya itu mulai Oktober sampai April, saat panen setiap bulan bisa dapat 5 ton. Saya antar sendiri ke Makassar,” urai pria kelahiran tahun 1970 ini.

Meski demikian, saat musim panen usai, kebun buah naga milik Lukman tidak pruduktif sehingga sumber penghasilan utamanya pun terhenti.

Beruntung, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) memiliki program bejrtajuk ‘Cahaya untuk Sang Naga’ yang merupakan bagian dari wujud komitmen untuk terus mendorong Electrifying Agriculture.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan senilai Rp70 juta dalam bentuk 500 bohlam kepada petani guna meningkatkan produktivitas buah naga di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.

Salah satu petani buah naga yang tersentuh bantuan itu adalah Lukman yang berhasil menerangi sebagian dari kebun buah naga miliknya.

Biasanya, ia menerangi kebun buah naga miliknya sekitar 8 hingga 9 jam per hari selama 20 hari setiap bulan, yaitu pada periode Mei hingga Agustus setiap tahun saat musim panen usai. Selama periode tersebut, Lukman biasanya membayar biaya listrik senilai Rp12 juta.

Biaya operasional untuk menerangi kebun buah naga miliknya itu tidak seberapa, karena dengan bantuan ratusan bohlam yang diberikan PLN, ia bisa panen buah naga hingga empat kali di luar musim. Ia pun bisa mendapatkan cuan berlipat.

“Per kilo harga buah naga lebih mahal di luar musim karena produksi kurang. Hanya saya saja yang bisa panen karena pakai bohlam. Harganya bisa sampai Rp20 ribu ke atas. Sedangkan kalau musim hanya Rp10 ribuan saja,” jelasnya.

Sebelum mendapatkan bantuan bohlam, panen hanya bisa mencapai 200 kg di luar musim puncak dengan pendapatan maksimal Rp4 jutaan saja.

Berkat terang bohlam dari PLN, Lukman bisa panen di luar musim. Satu kali panen bisa menghasilkan 500 hingga 700 kilogram buah naga dengan pendapatan sekitar Rp10 juta hingga 14 juta lebih.

Jadi Lukman mampu memperoleh total cuan Rp40 juta hingga Rp56 juta di luar musim karena mampu melakukan panen hingga empat kali berkat bohlam. Dengan pendapatan tersebut, ia berhasil membiayai anak pertamanya hingga lulus S2 di Kota Makassar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar20 September 2026 20:06
Yamaha Ajak 70 Pengguna Gear Ultima Piknik Bersama Keluarga di Makassar
Yamaha mengajak 70 pengguna Yamaha Gear Ultima dari Makassar, Gowa, dan Maros mengikuti ULTIMA Family Picnic di Bugis Waterpark Adventure, Minggu (20/...
News20 September 2026 17:20
ULTIMA Family Picnic Yamaha Hadirkan City Rolling hingga Fun Games di Makassar
Yamaha melalui ULTIMA Family Picnic menghadirkan pengalaman menarik bagi pengguna Gear Ultima di Bugis Waterpark Adventure, Makassar, Minggu (20/9/202...
Pendidikan20 September 2026 14:37
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dunia riset pelajar Sulawesi Selatan kembali menempatkan SMP Islam Athirah Makassar di panggung nasional....
News20 September 2026 13:57
Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
KALLA memasuki usia ke-74 tahun dengan mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”....