Logo Sulselsatu

Dukung Percepatan Investasi di Sulsel, BI Sulsel Gelar Seminar Bahas Peran Sulsel Sebagai Hub KTI Dorong Pemulihan Ekonomi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 13 September 2022 15:53

Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana dalam seminar Road to South Sulawesi Investment challenge (dokumen: ist)
Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana dalam seminar Road to South Sulawesi Investment challenge (dokumen: ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (KAFEGAMA) menyelenggarakan Road to South Sulawesi Investment Challenge Seminar Nasional.

Seminar ini membahas potensi ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan peran Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai hub KTI dalam Pemulihan ekonomi berkelanjutan pada Senin, (12/9/2022).

Seminar nasional tersebut menghadirkan empat narasumber, yaitu Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Mr. Kanasugi Kenji; Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, H.E. Mr. Djauhari Oratmangun; Guru Besar FEB UGM Prof. Mudrajad Kuncoro dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana.

Baca Juga : Terinspirasi Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Netzme Hadirkan Numofest di Makassar

Melalui kegiatan seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas bagi pemangku kebijakan terkait perspektif investor, khususnya PMA dan faktor apa saja yang dapat meningkatkan kinerja investasi serta ekonom.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana mengatakan, hasil survei pada 19 perusahaan terafiliasi asing yang mewakili sektor pertanian, energi, konstruksi, manufaktur, dan keuangan menunjukkan bahwa potensi investasi di Indonesia dan di Sulsel masih tinggi.

“Mayoritas responden masih memiliki rencana investasi di Sulsel dan di Indonesia dalam 3 tahun mendatang dengan manufaktur sebagai sektor yang paling diminati,” kata Cik sapaannya.

Baca Juga : Asbisindo Sulsel Kolaborasi Bersama BI dan OJK Perkuat SDM Perbankan Syariah

Ia menjelaskan, hingga September 2022, beberapa forum investasi telah berlangsung dan sejauh ini hasilnya cukup memberikan optimisme. Dari Belt and Road Summit 2022, terdapat 34 calon investor global yang mengajukan one-on-one meeting dengan proyek-proyek yang ditawarkan, antara lain PLTB Tolo II Jeneponto, Tol Pesisir Makassar-Bantaeng, Pelabuhan Bantaeng, Industri Kelapa Sawit Luwu Utara, Industri Galangan Kapal Yassiberui, dan Kawasan Industri Makassar Maros.

“Melalui Forum Percepatan Investasi, Perdagangan dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan), Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan terus mendorong masuknya investasi dan peningkatan ekspor,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika dalam waktu dekat, Forum Pinisi Sultan akan menyelenggarakan South Sulawesi Investment Challenge dalam rangka mengidentifikasi proyek investasi dari Sulawesi Selatan yang ready to offer kepada investor global.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...