SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendapat pujian dari Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin atas inovasi Mobil Inflasi Pemkot Makassar yang bertujuan menekan angka inflasi.
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan pengendalian harga beras oleh Pemkot Makassar, Bulog dan badan ketahanan pangan lainnya itu luar biasa. Harga saat ini relatif stabil. Patut kita pertahankan.
“Kelihatannya Makassar ini punya inovasi, mobil inflasi itu keren,” kata Bahtiar usai meninjau harga sembako di Pasar Daya, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga : Makassar Leadership Summit 2026 Dorong Makassar Jadi Episentrum Kepemimpinan Indonesia Timur
Meski ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga, tetapi tidak dipantau oleh parameter nasional seperti jeruk nipis yang kerap menjadi kebutuhan masyarakat lokal.
Komoditi itu mengalami sedikit kenaikan pasalnya makanan di Makassar banyak menggunakan jeruk nipis, seperti coto dan kelapa.
Selain itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan Pemkot Makassar memantau harga pagi-sore melalui aplikasi. Di situ akan terlihat lonjakan harga yang perlu segera diintervensi.
Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, FK Unhas Gelar Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Anak Gratis
“Kami punya 10 mobil inflasi, saya segera intervensi soal cabai karena otomatis akan kita bikin operasi pasar,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Wali Kota Makassar.
Danny mengatakan dengan Mobil Inflasi, jangankan beras, hal-hal basah pun punya ruang penyimpanannya misalnya daging, ikan sudah disiapkan.
Dari pemantauan ini, timnya segera ditindaklanjuti. Apalagi setiap Senin, Selasa dan Kamis ada operasi pasar sehingga akan ditambah komoditi yang cenderung naik.
Baca Juga : Makassar Siap Jadi Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, Hadirkan 200 Booth Wastra dan Kriya
“Alhamdulillah kemarin beras berhasil ditekan. Insyaallah komoditi selanjutnya kita akan intervensi,” jelas Danny Pomanto.
Pemantauan harga ini pun sudah menjadi agenda rutin Pemprov Sulsel bersama kabupaten kota di Sulsel.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar