Logo Sulselsatu

BRI Menanam-Grow & Green Bangun Kesadaran Jaga Kelestarian Ekosistem Laut dan Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Asrul
Asrul

Selasa, 25 Februari 2025 15:06

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, BERAU – Bagi masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, yang memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan, ekosistem terumbu karang yang lestari memberikan dampak positif bagi warganya.

Nyatanya, ekosistem terumbu karang di laut Maratua tak tumbuh alami begitu saja. Terdapat peran tangan-tangan para pelestari lingkungan yang rajin melakukan transplantasi terumbu karang.

Salah satunya adalah Kelompok Maratua Peduli Lingkungan (MPL) melalui bersama Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) yang berkolaborasi dengan dan BRI melalui program BRI Peduli.

Baca Juga : BRI Peduli Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla

Sejak berkolaborasi dengan progam BRI Peduli dalam BRI Menanam – Grow & Green Tranplantasi Terumbu Karang pada 2023, masyarakat di Pulau Maratua secara bertahap merasakan manfaat dari upaya transplantasi terumbu karang di wilayah tersebut.

Dengan total area transplantasi mencapai 0,1458 ha (1.458 meter persegi) 350 meter persegi, tercatat pada Januari 2025, tingkat tahan hidup terumbu karang mencapai 97% dengan rata-rata pertumbuhan terumbu karang tercatat mencapai 0,2–2,4cm per tahun.

Ketua Maratua Peduli Lingkungan Muhammad Ilyas mengungkapkan dalam pelaksanaan program transplatasi tersebut, seluruh fragmen karang yang mati telah diganti, sehingga persentase karang hidup saat ini mencapai 100%.

Baca Juga : BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa

Seiring dengan upaya pemulihan dan tranplantasi yang dilakukan, program ini telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan terumbu karang dan lingkungan laut. Transplantasi terumbu karang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi dan melestarikan terumbu karang.

“Transplantasi terumbu karang membantu mengurangi erosi pantai dengan meningkatkan kemampuan terumbu karang untuk menyerap gelombang dan arus laut, meningkatkan kualitas air laut dengan meningkatkan kemampuan terumbu karang untuk menyerap polutan dan nutrien berlebih,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, program ini juga membantu meningkatkan pendapatan nelayan dengan meningkatkan populasi ikan dan biota laut lainnya. Dengan populasi ikan yang terjaga, nelayan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak sehingga mendorong perekonomian masyarakat.

Baca Juga : Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Pengelola Sampah

Di lain pihak, Dian Perdana, selaku pendamping Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) mengatakan, BRI Menanam – Grow & Green telah membantu meningkatkan tutupan ekosistem terumbu karang di Pulau Maratua, meningkatkan kapasitas kelompok serta menyediakan alternatif lokasi snorkling di Pulau Maratua sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat Pulau Maratua.

Transplantasi terumbu karang pada akhirnya juga dapat membantu meningkatkan pariwisata dengan meningkatkan keindahan dan keragaman hayati terumbu karang di Pulau Maratua.

“Kawasan tranplantasi tersubut diakui juga telah menarik perhatian wisatawan sebagai objek snorkeling alternatif, memberikan potensi besar bagi pengembangan ekowisata di Pulau Maratua. Program ini juga melibatkan kelompok masyarakat yang turut berperan aktif dalam pelestarian dan pemantauan ekosistem laut”, imbuhnya.

Baca Juga : BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Kini Berangkat Sekolah dengan Sepeda

Kegiatan pelestarian lingkungan ini selaras denga napa yang dijelaskan Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Kompas 100 Outlook pada 17 Februari 2025 yang mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap aspek operasionalnya dan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Perubahan iklim yang berujung pada kenaikan suhu global dalam beberapa dekade ini menuntut aksi nyata perusahaan dalam menjaga alam. Program BRI Menanam – Grow & Green yang terus berjalan di Pulau Maratua menjadi contoh nyata penerapan prinsip ESG tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan” ungkapnya.

Sebagai informasi, BRI Menanam – Grow & Green di Pulau Maratua merupakan salah satu bagian dari Program “Grow & Green Coral Reef” yang merupakan kegiatan transplantasi terumbu karang guna meningkatkan tutupan terumbu karang, menjaga ekosistem dan biodiversitas laut.

Baca Juga : Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum

Sejak dilaksanakan pada tahun 2022 2023, program ini telah melakukan tranplantasi terumbu karang sebanyak 2.430 fragment di atas luas area 1.458 meter persegi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar05 November 2026 10:10
MTQ Makassar Buka Audisi se-Sulsel, Hadiah Capai Rp1,4 Miliar
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2026 telah menarik lebih dari 1.200 pendaftar hingga awal November. Jumlah tersebut hampir dua k...
Ekonomi05 November 2026 10:06
OJK Ajak Warga Sulsel Manfaatkan Produk Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat Sulawesi Selatan meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah dalam kehidupan sehar...
Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...