Logo Sulselsatu

OJK Sulselbar Gelar Gencarkan di 3 Kabupaten, Dorong Inklusi Keuangan Berbagai Kalangan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 04 Mei 2025 17:31

OJK Sulselbar gelar Gencarkan edukasi keuangan bagi disabilitas. Foto: Istimewa.
OJK Sulselbar gelar Gencarkan edukasi keuangan bagi disabilitas. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) berkolaborasi dengan Sektor Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah tingkat kecamatan dan desa gelar edukasi keuangan dan pentingnya inklusi keuangan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Edukasi keuangan hadir di Kabupatan Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba. Peserta terdiri dari pelajar, perangkat desa, pelaku UMKM, penyandang disabilitas, dan masyarakat umum, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) 2025 di 3 Kabupaten di Sulsel.

Baca Juga : OJK Bersama Komdigi dan Perbankan Bersatu Berantas Judi Online dan Scam

Pertama, edukasi keuangan kepada perangkat desa dan masyarakat umum Kecamatan Binamu Jeneponto dan edukasi kepada pelajar SMA Negeri 1 Jeneponto.

Kemudian, edukasi keuangan kepada masyarakat umum dan perangkat desa di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng, serta edukasi keuangan syariah kepada santri/santriwati Pondok Pesantren DDI Mattoangin Bantaeng.

Selanjutnya, edukasi keuangan di Kabupaten Bulukumba dengan menyasar dua kelompok sasaran yang penting, yaitu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan penyandang disabilitas.

Baca Juga : Risk and Governance Summit 2026, OJK Dorong Tata Kelola dan Manajemen Risiko Dukung Ekonomi Berkelanjutan

Deputi Direktur OJK Sulselbar Amiruddin Muhidu menyampaikan pentingnya untuk membiasakan menabung sejak dini yang memberikan pembelajaran finansial bagi pelajar.

“Selain itu masyarakat perlu memahami karakteristik sektor jasa keuangan baik yang konvensional maupun syariah, manfaat dan resikonya, serta berbagai modus penawaran investasi illegal hingga penipuan di sekor keuangan,”jelasnya.

Ia juga berharap, rangkaian kegiatan ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya perluasan akses keuangan bagi peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga : OJK Tetapkan Kebijakan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Peserta Bisa Pilih Sekaligus atau Berkala

Berbagai tanggapan positif serta apresiasi dari penerima manfaat kegiatan juga disampaikan, di antaranya di Kecamatan Binamu ketika acara dibuka oleh Emil Ilyas, yang menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan yang digelar di wilayahnya.

Ia menilai kegiatan ini sangat penting dan relevan bagi masyarakat serta perangkat desa dalam menghadapi maraknya aktivitas keuangan di era digital saat ini.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi keuangan ini karena sangat membantu masyarakat dan perangkat desa untuk memahami perbedaan antara aktivitas keuangan yang legal dan ilegal. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam berinvestasi dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia,” ujar Emil Ilyas.

Baca Juga : Reksa Dana Paling Banyak Dipilih Investor Sulsel, Tumbuh 68,49 Persen Satu Tahun Terakhir

Turut memberikan apresiasi dalam sambutan, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoangin Abdul Haris Nurdinme menekankan pentingnya pemahaman keuangan syariah bagi para santri sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Ia menyampaikan, santri perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal keuangan.

“Edukasi keuangan syariah sangat penting bagi para santri, bukan hanya untuk bekal pribadi, tetapi juga agar mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam di tengah masyarakat,” ujar Abdul Haris.

Baca Juga : OJK Kolaborasi Pemkab Sidrap Perkuat Akses Keuangan dan Pembiayaan Produktif

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba Muh. Ali Salen menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam mengakses pembiayaan yang legal dan bertanggung jawab untuk pengembangan usaha.

“Kegiatan ini memberikan pembelajaran penting bagi pelaku UMKM agar lebih bijak dalam mengakses kredit. Kami juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap tawaran layanan keuangan ilegal yang saat ini marak dan bisa merugikan masyarakat,” ujar Muh. Ali Saleng.

Selain menyasar pelaku usaha, kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas, sebagai bentuk komitmen inklusif dalam membangun literasi keuangan yang merata.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana, pengenalan produk dan layanan keuangan yang mudah diakses, serta perlindungan konsumen.

Acara yang digelar ini diharapkan dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan dengan pembukaan rekening simpanan pelajar dan juga penyaluran Kredit Usaha Rakyat di berbagai sektor.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video17 Juli 2026 21:49
VIDEO: Yang Bilang Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Sendiri!
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto meminta pihak yang menilai harga beras terlalu mahal untuk ikut menanam padi sendiri. Menurut Prabowo...
Video17 Juli 2026 19:34
VIDEO: BGN Ungkap Tunggakan Program MBG Capai Rp1,6 Triliun
SULSELSATU.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap masih memiliki tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga senilai Rp1,6 triliun terkait pela...
Nasional17 Juli 2026 18:34
Pelabuhan Balantang PT Vale Raih Predikat Bintang Empat Green and Smart Por
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) meraih penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 berkat penerapan konsep pelabuhan ramah lingkungan dan b...
Metropolitan17 Juli 2026 18:12
Pemkot Makassar Target Bagikan Seragam Gratis Siswa Baru Awal September
SULSELSATU. com, MAKASSAR – Program seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP di Kota Makassar ditargetkan selesai dan mulai dibagikan paling lambat...