SULSELSATU.com, SIDRAP – Di bawah langit malam yang bersahabat, halaman Rumah Jabatan Bupati Sidrap di Jalan Lanto Dg. Passewang dipenuhi raut wajah haru, senyum syukur, dan pelukan hangat.
Sebanyak 263 calon jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Syaharuddin Alrif, Minggu malam (4/5/2025).
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen bersejarah—bukan hanya karena jumlah jemaah yang diberangkatkan, tapi juga karena untuk pertama kalinya, pelepasan haji digelar langsung di Rumah Jabatan Bupati.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sahar Temukan Dua Titik Penyumbat Aliran Air di Toddang Bulu
Bupati Syaharuddin, yang malam itu hadir bersama sang istri, Ketua TP PKK Haslinda Syaharuddin, tampak hangat menyapa satu per satu jemaah dan keluarganya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara serta antusiasme masyarakat yang hadir mengiringi para tamu Allah.
“Saya benar-benar terharu melihat semangat dan kebersamaan malam ini. Ini bukan hanya pelepasan, ini adalah doa besar yang kita kirimkan bersama dari Sidrap untuk Tanah Suci,” ujar Syaharuddin dengan suara bergetar.
Dari total jemaah, 203 di antaranya adalah perempuan, dan 60 laki-laki. Tercatat sembilan orang di antaranya berusia lanjut, termasuk jemaah tertua berusia 89 tahun, sementara yang termuda berusia 25 tahun.
Baca Juga : Bupati Syaharuddin Sebut Sinergi dan Teknologi Kunci Kemakmuran Petani di Sidrap
Mereka akan bergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Makassar dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2025.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap, Muhammad Idris Usman, dalam laporannya menuturkan bahwa jemaah terdiri dari berbagai kategori, termasuk jemaah reguler, penggabungan, mutasi, hingga lansia. Semuanya telah dipersiapkan secara matang untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Syaharuddin pun tak lupa menekankan pentingnya kebersamaan dan saling peduli antarjemaah selama berada di tanah suci. Ia berharap, rombongan haji Sidrap tak hanya menjadi kelompok yang terorganisir, tapi juga keluarga besar yang saling menjaga dan menguatkan.
Baca Juga : Bunda PAUD Sidrap Sebut Anak Usia Dini Aset Berharga Daerah
“Kita ini keluarga. Di sana, kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga nama daerah, nama Sidrap. Mari saling menjaga, saling menguatkan, dan jaga kesehatan,” pesannya, sembari menitipkan harapan kepada tim medis agar memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia.
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi sangat emosional saat seluruh hadirin bersama-sama mengumandangkan talbiyah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar