Logo Sulselsatu

Ketua DPRD Sulsel Kritik SPMB 2025: Risiko Ketidakadilan, Sekolah Unggulan Dinilai Tergesa-gesa

Asrul
Asrul

Selasa, 03 Juni 2025 20:14

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, angkat bicara soal pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sulsel tahun 2025. Ia menilai proses seleksi tahun ini masih menyisakan banyak catatan, terutama soal keadilan dan kesiapan pelaksanaan.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/6/2025), politisi yang akrab disapa Cicu ini menegaskan bahwa seleksi masuk sekolah negeri adalah bagian dari pemenuhan hak dasar rakyat—yakni memperoleh pendidikan yang layak.

“SPMB ini bukan sekadar seleksi masuk sekolah, tapi menyangkut hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas demi peningkatan kesejahteraan hidup,” tegas Cicu.

Baca Juga : Kejati Sulsel Buka Peluang Panggil DPRD Sulsel Terkait Korupsi Perpustakaan Digital

Salah satu sorotan utama Cicu adalah kecilnya porsi untuk jalur non-akademik seperti prestasi olahraga dan seni, yang hanya diberi kuota 2,5%. Angka ini dinilai jauh dari proporsional jika dibandingkan dengan jalur akademik yang mencapai 20%.

“Ini sangat tidak adil bagi siswa berbakat non-akademik. Mereka kesulitan bersaing dalam sistem yang terlalu menitikberatkan nilai akademik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak adanya penyesuaian kuota atau bobot seleksi untuk sekolah-sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang umumnya kekurangan fasilitas dan tenaga pengajar berkualitas.

Baca Juga : Kunker ke Barru, Komisi B DPRD Sulsel Fokus DBH, BPJS, dan Optimalisasi Aset

Cicu turut menyoroti peluncuran program sekolah unggulan oleh Dinas Pendidikan Sulsel di setiap kabupaten/kota. Menurutnya, program ini terkesan terburu-buru dan tidak disosialisasikan dengan baik ke publik.

“Banyak orang tua yang kaget karena kurang informasi. Tidak ada cukup waktu untuk mempersiapkan anak-anak mereka menghadapi seleksi sekolah unggulan,” kata Ketua DPD NasDem Kota Makassar tersebut.

Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, untuk segera mengevaluasi kebijakan tersebut agar pelaksanaannya tidak justru merugikan siswa.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Dikukuhkan Jadi Bunda Guru PGRI Gowa Pertama di Sulsel

Meski mengkritik pelaksanaan teknis, Cicu tetap mengapresiasi niat baik Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mengembangkan sekolah unggulan untuk siswa-siswa berprestasi. Hanya saja, ia menekankan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus dirancang dengan matang dan berkeadilan.

“Penting untuk memberi ruang bagi semua potensi siswa. Tidak hanya akademik, tapi juga non-akademik, zonasi, hingga afirmasi. Jangan sampai sistem ini malah mendiskriminasi siswa yang punya semangat belajar tinggi tapi tak masuk kategori favorit,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik27 Juni 2026 18:48
Golkar Sulsel Siap Gelar Musda, Jadwal Resmi Masih Menunggu DPP
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan...
Olahraga27 Juni 2026 17:35
Menuju Pekan Olahraga NIPAH 2026, Peserta Antusias Ikut Rangkaian Pra Event
Antusiasme masyarakat terhadap Pekan Olahraga NIPAH 2026 mulai terlihat sejak rangkaian pra-event digelar....
Nasional27 Juni 2026 17:15
Bengkel Binaan Yayasan AHM Raup Omzet Rp7,9 Miliar dan Serap 43 Tenaga Kerja
Bengkel binaan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) terus menunjukkan perkembangan positif....
Otomotif27 Juni 2026 16:24
Honda BeAT Tampil Makin Ekspresif, Hadir dengan Warna dan Striping Baru
PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penyegaran pada Honda BeAT melalui pilihan warna dan desain striping terbaru....