Logo Sulselsatu

PT Vale Tegaskan Kualitas Air Aman dan Pemulihan Berjalan Terukur

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 25 Oktober 2025 22:45

PT Vale memasang oil boom, skimmer, dan absorbent pad di sepanjang jalur aliran air utama. Foto: Istimewa.
PT Vale memasang oil boom, skimmer, dan absorbent pad di sepanjang jalur aliran air utama. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Menjaga komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari grup Mining Industry (Mind ID) terus menjalankan langkah-langkah pemulihan pasca insiden kebocoran pipa minyak dengan pendekatan yang terbuka, ilmiah, dan kolaboratif.

Fokus utama perusahaan adalah memastikan kualitas air di wilayah sekitar tetap aman, serta pemulihan berjalan secara terukur, transparan, dan dapat diaudit publik.

Sebagai bagian dari prinsip transparansi, PT Vale berkolaborasi dengan Pemerintah Luwu Timur menggandeng berbagai Ahli Independen salah satunya Tim dari Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan pengujian kualitas air secara berkala di area terdampak.

Baca Juga : MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan

DRRC UI merupakan lembaga riset yang berdiri secara independen di bawah Universitas Indonesia dan memiliki reputasi kredibel di tingkat nasional dan internasional dalam bidang manajemen risiko bencana, lingkungan, dan ketahanan komunitas.

Lembaga ini juga menjadi mitra teknis berbagai kementerian dan badan dunia, termasuk BNPB, KLHK, dan UNDP, dalam riset dan mitigasi berbasis sains.

Hasil uji terbaru dari sampel air yang diambil pada 5 Oktober 2025 menunjukkan bahwa seluruh parameter utama berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai peraturan pemerintah, dan air di wilayah Towuti dinyatakan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pertanian, kebun, mandi, mencuci, serta konsumsi setelah dimasak atau diolah.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

“Kami memahami kekhawatiran publik terhadap kondisi lingkungan di Towuti. Karena itu, sejak awal kami melibatkan lembaga riset independen agar setiap langkah pemulihan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan objektif dimana proses dan hasilnya dapat diverifikasi bersama oleh lembaga pemerintah dan akademik,” ujar Endra Kusuma selaku Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk.

Selain pengujian kualitas air, DRRC UI juga melakukan analisis sebaran potensi aliran air dan pemetaan risiko hingga radius 9 km dari lokasi pipa.

Hasil sementara menunjukkan tidak ada indikasi penyebaran minyak menuju kawasan konservasi Danau Towuti, dan parameter hidrokarbon, TPH, serta logam berat berada dalam batas aman secara ekologis.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Sejak insiden terdeteksi pada 23 Agustus 2025, PT Vale segera menghentikan aliran minyak dan membentuk Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Group/ERG) bersama DLH, BPBD, Pemkab Luwu Timur, dan masyarakat setempat.

Lebih dari 150 petugas lapangan dan relawan lokal diterjunkan untuk melakukan isolasi area, pembersihan, dan pemulihan dengan prosedur ramah lingkungan.

Langkah-langkah penanggulangan mencakup pemasangan oil boom, skimmer, dan absorbent pad di sepanjang jalur aliran air utama.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

Penyedotan minyak dan pembersihan manual serta mekanis di titik-titik teridentifikasi. Penerapan bio-remediation menggunakan bahan alami yang disetujui DLH, penyediaan 160.000 liter air bersih per hari bagi masyarakat terdampak selama fase tanggap darurat.

Kemudian, pendampingan kesehatan masyarakat melalui Dinas Kesehatan Luwu Timur, dan penyuluhan bersama penyuluh pertanian dan warga desa untuk menjamin keamanan lahan dan air irigasi.

Seluruh langkah tersebut didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah daerah dan regulator nasional.

Baca Juga : VIDEO: Mengenal Politeknik Sorowako, Kampus Vokasi dengan Lulusan Teknik Berdaya Saing

Progres Pemulihan di 11 Titik Lokasi
Dari 11 titik lokasi penanganan, hingga 22 Oktober 2025, PT Vale telah menuntaskan seluruh titik dengan hasil air kembali jernih. Seluruh titik kini dalam tahap pengujian lanjutan dan pemantauan kualitas air dan tanah oleh tim ahli agronomi IPB University.

Kondisi lapangan menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. “Saya lewat jembatan di Titik 2, airnya sudah jernih sekali. Banyak warga juga sudah pakai untuk cuci dan kegiatan harian,” ungkap Aroyos, warga Desa Lioka, yang setiap hari melintasi area tersebut.

Bagi PT Vale, pemulihan lingkungan harus berjalan seiring dengan pemulihan sosial dan kepercayaan masyarakat.

Perusahaan telah mendirikan Posko Grievance dan Konsultasi Publik di Towuti untuk menampung pertanyaan dan aspirasi warga secara langsung.

Selain itu, mekanisme kompensasi dan biaya penanganan dampak disusun bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Forkopimda, dan pemerintah desa, berdasarkan verifikasi lapangan yang terukur dan dapat diaudit.

Disamping itu, PT Vale juga meluncurkan program pemulihan ekonomi komunitas, melibatkan warga terdampak dalam proyek padat karya serta pelatihan pertanian berkelanjutan, agar Towuti tidak hanya pulih secara ekologi tetapi juga secara ekonomi.

“Seluruh upaya dan komitmen kami berfokus agar pemulihan ini tidak hanya menyembuhkan alam, tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat Towuti,” tambah Endra.

Sebagai wujud tata kelola yang bertanggung jawab, PT Vale telah melakukan beberapa hal. Di antaranya adalah menyerahkan seluruh laporan pemantauan lingkungan kepada KLHK dan Kementerian ESDM, melakukan koordinasi mingguan dengan Pemkab Luwu Timur dan Forkopimda.

Termasuk, melibatkan laboratorium independen terakreditasi untuk seluruh pengujian air, sedimen, dan tanah. Membuka akses audit dan kunjungan lapangan bagi lembaga masyarakat sipil dan media, dan menerapkan sistem pelaporan transparan yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap akuntabilitas publik dan pemulihan berkelanjutan.

Pemulihan Towuti adalah proses jangka panjang yang menuntut sinergi antara ilmu, empati, dan kolaborasi.

PT Vale berkomitmen untuk melanjutkan pengujian, rehabilitasi, dan komunikasi terbuka dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal.

“Kami percaya pemulihan Towuti harus menjadi gerakan bersama. Dengan keterbukaan data dan semangat kolaborasi, kita bisa menjadikan Towuti contoh pemulihan yang kuat, bukan polemik yang melemahkan,” tutup Endra.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel06 Agustus 2026 19:40
300 Petani Sidrap Dibekali Teknologi Smart Farming, Kolaborasi Australia-Unhas Dukung Pertanian Modern
SULSELSATU.com, SIDRAP – Sebanyak 300 petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti pelatihan smart Farming sebagai upaya memperkenalkan ...
OPD06 Agustus 2026 19:39
Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang...
Politik06 Agustus 2026 19:11
Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan memanfaatkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ajang...
News06 Agustus 2026 19:09
Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20...