Logo Sulselsatu

Empat Dekade Mengabdi di Athirah, Kisah Rahmi Saleh Menyambut Hari Guru

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 25 November 2025 13:35

Kisah Rahmi guru Sekolah Islam Athirah di Hari Guru. Foto: Istimewa.
Kisah Rahmi guru Sekolah Islam Athirah di Hari Guru. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di balik ramainya peringatan Hari Guru tahun ini, ada satu sosok yang menjadi perhatian karena kisah pengabdiannya yang panjang.

Ia adalah Rahmi Saleh, guru kelas satu SD yang menjadi bagian penting dari perjalanan Sekolah Islam Athirah. Tak pernah terbayang bahwa langkahnya akan berubah menjadi pengabdian lebih dari empat dekade.

“Saya sebenarnya tidak bercita-cita jadi guru,” tuturnya sambil tersenyum. Dahulu, satu-satunya alasan ia masuk SPG hanya karena sebagian besar keluarganya adalah guru.

Baca Juga : Baruga Pathway SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bantu Siswa Tembus Kampus Internasional

Namun, takdir memiliki cara sendiri menjahit perjalanan hidup. Dari TK hingga SD, dari guru yayasan hingga menjadi PNS, Athirah menjadi rumah kedua yang sulit ia tinggalkan.

Ketika ia datang, guru di Athirah dari jenjang TK sampai SMA tak lebih dari 30 orang. Gaji pertamanya, yang masih sangat ia ingat, hanya Rp25.000.

Namun nilai yang ia genggam bukan pada angka, melainkan pada kehangatan, kebersamaan, dan keikhlasan yang sejak awal menghidupi lingkungan sekolah itu.

Baca Juga : Al Kahfi Time Jadi Tradisi Jumat Sekolah Islam Athirah Perkuat Nilai Spiritual

Menjadi guru kelas satu membuatnya punya satu misi yakni menguatkan pondasi anak sejak awal.

Di kelas rendah, ia tidak hanya mengajar membaca atau berhitung. Ia belajar memahami dunia anak-anak yang cair, polos, dan sering tidak terduga.

“Biasa ada siswa yang tiba-tiba buang air di kelas. Ya kami bersihkan sendiri,” katanya. Tidak ada keluhan, tidak ada penolakan, hanya sebuah pemahaman bahwa menjadi guru berarti siap membersamai seluruh proses tumbuhnya anak-anak.

Baca Juga : SD Islam Athirah 2 Borong 7 Medali JSO 2026 di Yogyakarta

“Kunci jadi guru itu keikhlasan,” ucapnya pelan, seolah seluruh perjalanan panjangnya terletak pada satu kata itu.

Setiap pagi, dari rumahnya di daerah Sudiang, Rahmi memastikan dirinya sudah tiba di sekolah sebelum jam setengah tujuh.

Teladan, baginya, bukan teori yang disampaikan di depan kelas, tetapi perilaku yang konsisten dilakukan guru yang diikuti murid-muridnya. “Kedisiplinan itu harus ditanamkan, dan guru yang harus jadi contoh,” katanya.

Baca Juga : Athirah Makassar Gelar Tes Pemetaan untuk Kenali Potensi dan Minat Siswa Baru

Tawaran untuk pindah sebenarnya sering datang, menjadi kepala sekolah, pengawas, dan banyak posisi yang dianggap lebih tinggi. Tapi semua ia tolak. Alasannya sederhana, tapi dalam.

“Karena saya cinta Athirah. Sebelum menikah saya sudah di sini. Sudah terlalu banyak cerita dan kenangan,” katanya.

Di sekolah inilah ia melihat generasi berganti. Banyak dari murid-murid pertamanya kini kembali mempercayakan anak mereka untuk ia ajar lagi. Sebuah lingkaran waktu yang utuh.

Baca Juga : Kurban Bersama Athirah Makassar, Empat Ekor Sapi Disalurkan untuk Masyarakat

Perubahan Athirah, menurutnya, luar biasa. Ia menyaksikan langsung transisi demi transisi dari fasilitas, kurikulum, hingga wajah-wajah baru yang terus berdatangan membawa energi segar.

Kini, beberapa bulan sebelum pensiun, Rahmi mulai meresapi babak baru yang akan segera dibuka dalam hidupnya. Ada haru yang ia sembunyikan, ada bangga yang sulit ia ungkapkan. “Ini masa-masa terakhir saya di Athirah,” ujarnya pelan.

Empat puluh tahun bukan waktu singkat. Di tangan Rahmi, ribuan anak pernah menitipkan sebagian masa kecil mereka.

Dan meski waktunya mengajar segera berakhir secara formal, jejaknya yang lembut, sabar, dan penuh ketulusan akan tetap tinggal di ruang kelas yang pernah ia isi dengan cinta.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel06 Agustus 2026 19:40
300 Petani Sidrap Dibekali Teknologi Smart Farming, Kolaborasi Australia-Unhas Dukung Pertanian Modern
SULSELSATU.com, SIDRAP – Sebanyak 300 petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti pelatihan smart Farming sebagai upaya memperkenalkan ...
OPD06 Agustus 2026 19:39
Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang...
Politik06 Agustus 2026 19:11
Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan memanfaatkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ajang...
News06 Agustus 2026 19:09
Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20...