Logo Sulselsatu

Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif dengan Aset Mencapai Rp214 Triliun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 08 Maret 2026 16:10

Ilustrasi perbankan. Foto: internet.
Ilustrasi perbankan. Foto: internet.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif hingga akhir 2025. Terlihat dari sejumlah indikator utama seperti total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit yang mencatat pertumbuhan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, total aset perbankan di Sulsel pada Desember 2025 mencapai Rp214,32 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan cukup baik. Nilainya mencapai Rp146,61 triliun atau tumbuh sekitar 9,74 persen secara tahunan,” ujar Muchlasin.

Baca Juga : BPD Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp1.036 Triliun per Maret 2026

Ia menjelaskan, struktur DPK di Sulsel masih didominasi oleh tabungan masyarakat. Porsinya mencapai sekitar 59,92 persen. Sementara itu deposito menyumbang sekitar 25,23 persen dan giro sekitar 14,85 persen.

Di sisi pembiayaan, penyaluran kredit perbankan juga terus meningkat. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp172,92 triliun atau tumbuh sekitar 5,26 persen secara tahunan.

Menurut Muchlasin, pertumbuhan kredit tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 4,23 persen.

Baca Juga : OJK Rombak Aturan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, Ini Poinnya

“Hal ini menunjukkan pembiayaan ke sektor riil mulai meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi di daerah,” jelasnya.

Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh kredit produktif. Porsinya mencapai sekitar 53,07 persen dari total kredit. Kredit produktif bahkan kembali tumbuh sekitar 3,06 persen setelah pada 2024 sempat mengalami kontraksi tipis.

Selain itu, kredit konsumtif juga masih tumbuh cukup tinggi. Sepanjang 2025, segmen ini mencatat pertumbuhan sekitar 7,85 persen.

Baca Juga : Perbankan Syariah Makin Kuat, OJK Dorong Penguatan Struktur dan Inovasi Produk

Jika dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih berada pada sektor perdagangan besar dan eceran. Sektor ini menyumbang sekitar 22,19 persen dari total kredit perbankan di Sulsel.

Muchlasin menambahkan, fungsi intermediasi perbankan di wilayah ini tetap terjaga dengan baik. Hal itu terlihat dari rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di level 117,95 persen.

Sementara itu, tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,65 persen.

Baca Juga : Tiga Warna Media Network Ajak Ibu Rumah Tangga Pahami Keamanan Tabungan

“Kondisi ini menunjukkan sektor perbankan di Sulawesi Selatan masih stabil dan tetap mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Muchlasin.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 Mei 2026 20:56
BPD Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp1.036 Triliun per Maret 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah persaingan industri ...
Makassar25 Mei 2026 20:41
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding Warga Pancasila Pannampu
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menggelar edukasi keselamatan berkendara atau safety riding bagi masyarakat....
Ekonomi25 Mei 2026 20:34
OJK Rombak Aturan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, Ini Poinnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) baru untuk memperkuat industri pasar modal di tengah meningkatnya kompleksitas produ...
Otomotif25 Mei 2026 20:17
Kalla Toyota Konsisten di Puncak Pasar Sulawesi, Penjualan Tembus 6.860 Unit Kuartal Pertama 2026
Persaingan industri otomotif Indonesia sepanjang 2026 semakin ketat, termasuk yang terjadi di Kota Makassar. Kehadiran berbagai merek baru, terutama k...