SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Penyaluran kredit terus tumbuh dan didominasi sektor produktif, dengan nilai mencapai Rp91,09 triliun pada Januari 2026.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kredit terbesar masih mengalir ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai sekitar Rp38,21 triliun. Sektor ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
Selain itu, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan juga mencatat kontribusi signifikan dengan kredit sebesar Rp15,80 triliun.
Baca Juga : OJK Catat Lonjakan Investor di Sulsel, Kepercayaan ke Pasar Modal Meningkat
Disusul industri pengolahan sebesar Rp8,32 triliun dan sektor konstruksi sekitar Rp4,97 triliun.
Sektor lain seperti real estate dan jasa perusahaan, jasa kemasyarakatan, hingga akomodasi dan makan minum juga turut menyumbang pertumbuhan kredit di Sulsel yang tumbuh 5,08 persen. Totalnya mencapai Rp3,39 triliun.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin menyampaikan, selain kredit yang tumbuh pada beberapa sektor tersebut, selama Januari 2026 juga ada yang mengalami penurunan.
Baca Juga : Kinerja Perbankan Syariah di Sulsel Kian Kuat, Aset dan DPK Tumbuh Dua Digit
“Kredit yang mengalami penurunan terjadi pada sektor kontruksi, jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan, serta sektor listrik, air, dan gas,” ujar Muchlasin.
Dari sisi wilayah, Kota Makassar menjadi kontributor terbesar dengan porsi lebih dari 52 persen atau sekitar Rp47,51 triliun. Disusul Kota Palopo, Parepare, dan Kabupaten Bulukumba sebagai daerah dengan penyaluran kredit cukup tinggi.
Secara umum, pertumbuhan kredit di berbagai daerah menunjukkan pemerataan aktivitas ekonomi, meskipun Makassar masih menjadi pusat utama perputaran keuangan.
Baca Juga : Aset, Kredit, dan DPK Bank di Sulsel Meningkat pada Januari 2026
OJK juga mencatat adanya perbaikan pada beberapa sektor seperti transportasi dan komunikasi yang tumbuh 10,51 persen, serta pertambangan yang mulai menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 9,77 persen.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar