SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak 44 kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kegiatan ini digelar di MaxOne Hotel Makassar pada Kamis (23/4/2026).
Jumlah peserta yang mengikuti tahap ini menyusut cukup signifikan dari total 110 kandidat. Proses seleksi pun kini memasuki fase krusial untuk menentukan figur yang dinilai layak memimpin DPC di sejumlah kabupaten/kota.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menjelaskan bahwa UKK menjadi instrumen utama dalam menjaring kandidat secara objektif. Menurutnya, tahapan ini dirancang untuk memastikan hanya kader dengan kapasitas dan kesiapan yang dapat melaju ke tahap berikutnya.
Baca Juga : Muscab PKB Makassar, Gowa dan Takalar Resmi Dibuka, Ini Pesan Azhar Arsyad Bagi Kader
Ia mengungkapkan, penilaian awal difokuskan pada aspek karakter dan kepribadian. Indikator yang diukur meliputi kemampuan memimpin, daya tahan dalam menghadapi tekanan, hingga kesiapan mengemban tanggung jawab organisasi.
“Dari asesmen ini, potensi kader mulai dipetakan. Hasilnya akan menjadi dasar pendalaman di tahap fit and proper test,” ujarnya.
Azhar menegaskan, mekanisme seleksi dilakukan secara terukur tanpa mengedepankan faktor subjektivitas. Meski tidak ada peserta yang langsung gugur berdasarkan hasil penilaian awal, kehadiran dalam setiap tahapan menjadi syarat mutlak.
Baca Juga : PKB Sulsel Manfaatkan Ramadan untuk Konsolidasi, Azhar Arsyad: Saatnya Satukan Energi Kader
“Kalau tidak hadir, itu dianggap tidak bersedia mengikuti proses. Kecuali ada alasan kuat, maka otomatis gugur,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PKB Sulsel, Haekal, menyebutkan psikotes dalam UKK dilakukan dalam dua sesi. Peserta terlebih dahulu menjalani tes tertulis pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam oleh tim psikolog dari Universitas Negeri Makassar.
Menurutnya, metode ini dipilih untuk menggali kapasitas dan karakter kader secara lebih komprehensif. Meski demikian, sejumlah peserta tercatat absen karena berbenturan dengan agenda kedewanan.
Baca Juga : Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad Resmi Bergelar Doktor “Hak Angket” di UMI
“Untuk yang berhalangan dengan alasan kuat, termasuk tugas kedinasan, masih ada kemungkinan dijadwalkan tes susulan,” jelasnya.
Tahapan selanjutnya, para peserta yang telah mengikuti UKK dijadwalkan menjalani wawancara bersama tim DPP pada 29 April mendatang. Dalam sesi tersebut, hasil psikotes akan didalami sekaligus membahas rencana kerja lima tahun ke depan.
Salah satu anggota tim seleksi, Wawan Mattaliu, menegaskan bahwa proses rekrutmen kali ini menitikberatkan pada pendekatan berbasis kapasitas, bukan kedekatan personal.
Baca Juga : Seleksi Ketua DPC PKB se-Sulsel Inklusif, Petahana dan Pendatang Baru Setara
“Pendekatannya sudah bukan lagi suka atau tidak suka. Semua diukur secara objektif, termasuk kemampuan mengelola partai dan target peningkatan kursi,” katanya.
Ia menambahkan, dalam wawancara lanjutan nanti, para kandidat juga diminta memaparkan strategi konkret untuk meningkatkan perolehan kursi partai, termasuk target kenaikan hingga 20 persen di daerah masing-masing.
Seluruh rangkaian proses ini ditargetkan rampung pada April 2026. Hasil akhirnya akan ditentukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, seiring semakin mengerucutnya jumlah kandidat dalam perebutan kursi Ketua DPC di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar