SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kalla Institute kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi.
Program ini menyasar ibu rumah tangga (IRT) dan perempuan putus sekolah di Kelurahan Kassi-Kassi, Kota Makassar.
Melalui Program Studi Kewirausahaan, Kalla Institute berkolaborasi dengan Program Studi Manajemen YPUP menggelar workshop bertajuk “Daur Ulang Limbah Kain dan Optimalisasi Pemasaran Hasil Produk untuk Ibu Rumah Tangga dan Perempuan Putus Sekolah”.
Baca Juga : Baruga Pathway SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bantu Siswa Tembus Kampus Internasional
Kegiatan tersebut berlangsung di Vaan Sky Hertasning, Makassar, pekan lalu.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis kewirausahaan.
Sekitar 20 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas kader TP PKK Kelurahan Kassi-Kassi yang mewakili ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah di wilayah tersebut.
Baca Juga : Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Peserta dipilih karena dinilai masih memiliki peluang untuk mengembangkan keterampilan dan usaha mandiri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta belajar mengolah limbah kain menjadi produk yang memiliki nilai jual. Salah satu produk yang dibuat adalah tas belanja lipat berbentuk dompet yang praktis dan ramah lingkungan.
Peserta juga diperkenalkan pada konsep textile upcycling, mulai dari teknik dasar produksi hingga proses akhir agar produk memiliki kualitas yang lebih baik dan siap dipasarkan.
Baca Juga : KALLA Perkuat Kedekatan Keluarga dan Semangat Belajar Anak Lewat Little Explorers
Tidak hanya keterampilan produksi, peserta juga mendapat materi strategi pemasaran. Materi itu meliputi teknik membangun branding produk, cara mengambil foto menggunakan smartphone, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Dosen Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan A Nurul Suci Amaliah mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengolah limbah kain menjadi produk yang bernilai jual dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Baca Juga : Promo Bonanza Bugis Waterpark Adventure, Liburan Hemat hingga Jutaan Rupiah
Melalui program tersebut, Kalla Institute ingin menunjukkan bahwa limbah bukan sekadar sisa yang dibuang.
Limbah dapat diolah menjadi peluang usaha baru yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat mandiri peserta.
Baca Juga : Kalla Beton Suplai Ready Mix untuk Pembangunan Stadion Sudiang Makassar
Kalla Institute menegaskan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga harus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Karena itu, pengembangan kewirausahaan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan generasi yang inovatif dan berdampak positif.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar