Logo Sulselsatu

Sekda Makassar Paparkan Inovasi dan Strategi Pembangunan Saat Terima Peserta PKA Halmahera Selatan

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 19 Mei 2026 15:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah. Ia juga menyambut para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.

“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Andi Zulkifly.

Ia menilai, pelatihan kepemimpinan administrasi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Sekarang setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik. Inovasi itu harus bisa dijalankan, dibuktikan manfaatnya, serta memiliki dampak nyata,” kata Andi Zulkifly.

Dalam pemaparannya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen. Hal itu dipengaruhi tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur.

“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen. Pemkot Makassar, kata dia, terus berupaya meningkatkan investasi dan mendorong iklim usaha yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat.

“Kami terus mempromosikan Kota Makassar agar investor dan masyarakat tertarik datang ke sini, baik untuk berinvestasi, berwisata, maupun menggelar kegiatan nasional dan internasional,” ujarnya.

Andi Zulkifly turut menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar yang tertuang dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

Beberapa program tersebut di antaranya Makassar Super Apps “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 hingga 900 VA, hingga pembangunan stadion bertaraf internasional.

Ia mengatakan, aplikasi “Lontara” menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan kanal pengaduan masyarakat dalam satu platform.

“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” katanya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai wadah pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Namun, ia mengakui masih terdapat kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.

“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” tuturnya.

Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar, di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin Ariesta serta perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...