SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tiga Warna Media Network menggelar forum edukasi bertajuk “Bincang Ekonomi: Mengelola Uang di Tengah Dinamika Global, Seberapa Aman Tabungan Kita?” di Makassar Creative Hub, Pantai Losari, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta diikuti lebih dari 70 ibu rumah tangga di Kota Makassar.
Forum menghadirkan Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar Meilthon Purba, Ekonom Senior BI Sulsel Arief Noor Rachman, serta Hanifah Nur Laili dari LPS III Makassar.
Baca Juga : OJK Perkuat Perlindungan Hukum Bankir dalam Penanganan Kredit Macet
Acara dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem yang juga meresmikan kehadiran Tiga Warna Media Network di Makassar.
Muhammad Roem mengatakan isu keamanan tabungan semakin sering menjadi perhatian masyarakat di tengah maraknya informasi simpang siur dan kasus penipuan digital.
“Hari ini kita berbicara tentang seberapa aman tabungan kita. Pertanyaan ini sekarang paling sering muncul di masyarakat karena banyak informasi yang membuat orang khawatir terhadap keamanan dana mereka di tabungan,” ujarnya.
Baca Juga : OJK Gandeng Australia Tingkatkan Penanganan Penipuan Keuangan Digital
Ia menilai ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengelola ekonomi keluarga. Menurutnya, literasi keuangan perlu diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks, investasi bodong, maupun pinjaman online ilegal.
Dalam pemaparannya, Arief Noor Rachman menjelaskan kondisi ekonomi global saat ini dipengaruhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perang dagang.
Meski begitu, ia menegaskan ekonomi Indonesia masih cukup kuat dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen.
Baca Juga : Lewat Program EKI, OJK Sulselbar dan Pemkab Bulukumba Perkuat Literasi Keuangan Nelayan
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resisten di tengah gejolak global dan ditopang oleh konsumsi rumah tangga,” katanya.
Sementara itu, Meilthon Purba mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan keuangan.
Menurutnya, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban investasi ilegal dan pinjaman online.
Baca Juga : OJK Sulselbar Edukasi Keuangan Nelayan Desa Angkue Bone
“Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban investasi ilegal dan pinjol. Karena itu literasi keuangan sangat penting,” ujarnya.
Hanifah Nur Laili menambahkan pentingnya disiplin mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga serta menghindari gaya hidup konsumtif.
Ia juga menjelaskan simpanan masyarakat di bank dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan Melalui Program EKI di Sinjai
Forum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait keamanan tabungan dan pengelolaan keuangan keluarga.
Ketua Tiga Warna Media Network Nur Rachmat mengatakan, kegiatan ini digelar untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
“Banyak ibu rumah tangga mulai cemas terhadap kondisi ekonomi dan keamanan tabungan mereka. Karena itu kami ingin menghadirkan forum yang sederhana dan mudah dipahami langsung dari BI, OJK, dan LPS,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar