SULSELSATU.com, MAKASSAR – Panitia pelaksana Makassar Half Marathon (MHM) 2026 bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur, Makassar.
Pertemuan tersebut membahas komitmen bersama menghadirkan pelaksanaan MHM 2026 yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Dalam pertemuan itu disepakati bahwa sampah yang dihasilkan peserta selama kegiatan berlangsung akan langsung diangkut oleh tim kebersihan agar tidak menumpuk di sepanjang rute lomba maupun area publik.
Baca Juga : VIDEO: Pikap Diduga Ngebut Tabrak Toyota Agya di Pettarani Makassar, Dua Kendaraan Ringsek
Direktur MHM, Arief Rachman Nur, mengatakan panitia menaruh perhatian serius terhadap kebersihan Kota Makassar melalui metode pembersihan terintegrasi sejak pra-event hingga pasca-event berlangsung.
Menurutnya, MHM 2026 tidak hanya menghadirkan ajang olahraga berskala besar, tetapi juga ingin menjadi contoh pelaksanaan green event yang peduli terhadap lingkungan.
“Makassar Half Marathon bukan hanya tentang berlari, tetapi bagaimana kita menjaga kota tetap bersih sebelum, selama, dan setelah event berlangsung,” ujarnya.
Baca Juga : Emados SuperHalfs Challenge Bawa 30 Pelari Indonesia Berlaga di Eropa
Dalam tahap pra-event, panitia melakukan pemetaan zona dan titik sampah (mapping) di sepanjang rute lomba dan area water station (WS).
Selain itu, panitia juga menyiapkan logistik kebersihan secara khusus untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Panitia menyediakan tempat sampah bertanda khusus yang dibedakan berdasarkan jenis sampah, seperti sampah organik untuk sisa makanan dan buah di area WS, sampah anorganik atau daur ulang untuk botol plastik PET dan cup plastik, serta sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk kemasan energy gel, spons basah, dan tisu.
Baca Juga : AUHM Makassar Kembali Aktif, Tasbih Mursalin Diangkat Jadi Ketua Baru
Tidak hanya itu, tim kebersihan juga dilengkapi dengan kantong sampah ekstra tebal (trash bag), jepitan sampah, sarung tangan, hingga papan penanda bertuliskan “Buang Sampah di Sini” di sejumlah titik strategis.
Pada fase hari pelaksanaan, panitia menerapkan sistem moving clean-up atau metode sweeping berantai. Begitu pelari terakhir dan sweeper car melewati area tertentu, tim kebersihan langsung melakukan penyisiran total agar jalanan kembali bersih sebelum dibuka untuk aktivitas umum dan jalur transportasi masyarakat.
Panitia juga membagi pengawasan kebersihan berdasarkan zona, termasuk area penonton dan cheering zone, guna memastikan sampah makanan maupun minuman tidak dibuang sembarangan ke jalur lari.
Baca Juga : Sukses dengan Gym dan Studio, Higar Buka Cabang Khusus Pilates di Makassar
Sementara pada fase pasca-event, panitia melakukan proses sweeping, pemilahan, dan penimbangan sampah sebagai bagian dari laporan green event report.
Sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dipilah terlebih dahulu untuk mendukung konsep ramah lingkungan dan daur ulang.
Tahap akhir dilakukan melalui final check untuk memastikan seluruh kantong sampah di area penampungan sementara telah diangkut oleh armada truk sampah sehingga kondisi Kota Makassar dapat kembali bersih seperti semula setelah event berakhir.
Baca Juga : Sukses Digelar, BRI Kembali Jadi Bagian dari Kemeriahan Kafegama Fun Walk 2024
Arief menambahkan, sejumlah pihak akan dilibatkan dalam mendukung kebersihan selama pelaksanaan MHM berlangsung, mulai dari relawan, komunitas pelari, petugas lapangan, hingga instansi terkait.
“Kami ingin membangun budaya baru bahwa event olahraga besar juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Makassar harus dikenal bukan hanya sebagai kota pelari, tetapi juga kota yang bersih dan tertib,” katanya.(*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar