SULSELSATU.com, BARRU – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Regional 4 memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/7/2026) itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulsel Sesuai Prinsip 7T
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempercepat musim tanam berikutnya.
Regional CEO Regional 4 PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani mengatakan, perusahaan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan petani.
Penyaluran pupuk juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi berjalan optimal.
Baca Juga : Pupuk Subsidi di Kecamatan Amali dan Cina Bone Dipastikan Sesuai HET
“Sebagai perusahaan yang mendapat mandat dalam penyediaan pupuk, Pupuk Indonesia terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhannya pada setiap musim tanam,” ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, panen raya tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas hasil kerja petani. Kegiatan tersebut juga mendorong percepatan tanam untuk menjaga produktivitas lahan dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan 14.410 ton pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Barru. Alokasi tersebut terdiri atas 6.565 ton urea, 6.578 ton NPK Phonska, 837 ton pupuk organik, dan 430 ton pupuk SP-36.
Baca Juga : Pupuk Subsidi Perdana Masuk Rongkong, 627 Petani Luwu Utara Kini Terdaftar
Hingga 8 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 6.753 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi. Penyaluran tersebut meliputi 3.479 ton urea, 3.250 ton NPK Phonska, dan 23 ton pupuk organik.
Pupuk Indonesia juga memastikan stok pupuk di Kabupaten Barru dalam kondisi aman. Per 9 Juli 2026, stok pupuk bersubsidi yang tersedia mencapai 2.371 ton, terdiri atas 1.468 ton urea, 872 ton NPK Phonska, dan 31 ton pupuk organik.
Wisnu mengatakan ketersediaan stok tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran distribusi pupuk. Dengan demikian, petani dapat segera melakukan penanaman setelah panen raya selesai.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi bagi Petani di Indonesia Timur
“Ke depan, Pupuk Indonesia akan terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional agar mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” katanya.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule, menilai keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Gelar Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao, Apresiasi Kios dan Petani
Sementara itu, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang berharap Pupuk Indonesia membangun gudang pupuk di Kabupaten Barru.
Ia menilai posisi strategis Barru dan keberadaan pelabuhan yang representatif dapat menjadikan daerah tersebut sebagai pusat distribusi pupuk di Sulawesi Selatan.
Panen Raya dan Tanam Padi Kabupaten Barru tahun ini mengusung tema “Panen Hari Ini, Tanam Esok Hari untuk Swasembada Pangan Nasional”.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Wakil Bupati Barru, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, penyuluh pertanian, dan para petani di Kabupaten Barru.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar