SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggandeng para pemangku kepentingan dan pengguna jasa untuk memperkuat budaya antipenyuapan dan antifraud di lingkungan Pelabuhan Makassar.
Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi bertema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud”, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 4 itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola kepelabuhanan yang bersih, transparan, dan berintegritas dengan melibatkan seluruh pihak yang berada dalam ekosistem pelayanan pelabuhan.
Baca Juga : Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4 Rinto Saiful mengatakan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan komitmen internal, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujar Rinto.
Menurutnya, Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, mulai dari pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), hingga peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas.
Baca Juga : Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
“Komitmen tersebut juga kami perluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Andi Muhammad Aswin Anas hadir sebagai narasumber yang membahas pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi.
Aswin menegaskan pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen setiap individu yang diperkuat dengan sistem organisasi yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga : Pelindo Marine Perkuat Kompetensi Perajin Batik Kriya Punden Hadapi Industri 5.0
“Ketika seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko hukum dan dampak penyuapan maupun fraud, maka budaya kepatuhan akan tumbuh secara alami dan menjadi benteng utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pengguna jasa menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang bersih, profesional, dan berdaya saing.
Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud oleh Pelindo Regional 4 bersama para stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar.
Baca Juga : Laba Bersih PJM Grup Tumbuh 69 Persen hingga Agustus 2026
Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi seluruh pihak dalam mendukung pelayanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar