SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali meluluskan 1.000 mahasiswa dalam wisuda periode September 2026 Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di pelataran Menara Phinisi UNM, Rabu, (16/09/2026).
Plt Rektor UNM Prof. Farida Patittingi meminta para lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi setelah menyelesaikan pendidikan.
Farida mengatakan masa pendidikan di perguruan tinggi seharusnya menjadi bekal bagi lulusan untuk menghadapi tahap berikutnya. Ilmu yang diperoleh di ruang kuliah, kata dia, perlu dipadukan dengan pengalaman dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali meluluskan sekitar 1.000 mahasiswa. Harapan kita, mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memanfaatkan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di kampus untuk terus mengembangkan kompetensi dan dirinya,” ujar Farida.
Menurut Farida, kemampuan mengembangkan diri menjadi penting karena lulusan akan berhadapan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Bekal tersebut juga diharapkan dapat digunakan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Dengan begitu, mereka bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja secara khusus dan masyarakat secara luas. Insyaallah, mudah-mudahan mereka dapat terserap dengan baik di dunia kerja,” lanjutnya.
Terkait penyerapan lulusan, Farida mengatakan alumni UNM sejauh ini telah banyak yang masuk ke dunia kerja. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan masih berada di kisaran satu hingga dua tahun.
“Alhamdulillah, sejauh ini lulusan UNM sudah banyak yang terserap ke dunia kerja. Namun, masa tunggunya masih cukup panjang, sekitar satu sampai dua tahun. Idealnya tentu sekitar tiga bulan,” jelasnya.
Masa tunggu tersebut, kata Farida, juga dipengaruhi oleh persyaratan pada bidang profesi tertentu. Lulusan yang memilih profesi guru, misalnya, masih harus melalui sejumlah proses lanjutan sebelum dapat menjalankan profesinya.
“Khusus untuk profesi guru, masih ada proses dan persyaratan lanjutan yang harus dipenuhi. Jadi, masa tunggunya terkadang lebih panjang,” katanya.
Dalam rangkaian wisuda itu, UNM memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik mereka. Penghargaan yang diberikan sebesar Rp2 juta tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal awal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Itu merupakan bentuk penghargaan dari UNM kepada lulusan terbaik. Kami memberikan penghargaan sebesar Rp2 juta. Mudah-mudahan bisa menjadi modal awal bagi mereka, termasuk jika ingin melanjutkan pendidikan,” ujar Farida.
Selain itu, Prof Farida juga menyampaikan bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi di UNM, Farida mengatakan terdapat kemudahan bagi mahasiswa berpredikat cumlaude sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau mereka ingin melanjutkan pendidikan di UNM, khususnya yang cumlaude, biasanya ada kemudahan dan bisa bebas tes sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar