Logo Sulselsatu

Tinjau Wajah Baru TPA, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 16 September 2026 17:18

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, kembali meninjau perkembangan pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Rabu (16/9/2026).

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, Appi bahkan naik hingga ke puncak area TPA untuk melihat langsung progres penataan kawasan dan perbaikan sistem pengelolaan sampah.

Dari atas area TPA, perubahan wajah kawasan tersebut mulai terlihat. Area yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah, bau, dan kondisi yang tidak tertata, kini secara bertahap mulai dibenahi dan ditata.

Pembenahan itu merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kota Makassar setelah menerapkan program pemilahan sampah dan penataan pengelolaan TPA sejak Agustus 2026.

Appi mengatakan, perubahan tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk mengubah sistem pengelolaan TPA Tamangapa dari pola open dumping menuju sistem yang lebih terkendali.

“Pembenahan ini masih kita tingkatkan dari open dumping ke controlled landfill atau menuju sanitary landfill, sampah harus ditutup dengan tanah urug,” ujar Appi saat meninjau TPA Tamangapa.

Selain area timbunan, pembangunan akses menuju TPA Tamangapa juga masih terus berjalan. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembuatan tiang pancang untuk mendukung pembangunan akses jalan utama.

Penataan kawasan juga disiapkan dengan beberapa jalur akses. Selain akses utama dari sisi barat, terdapat jalan alternatif di sisi kanan kawasan TPA serta akses melalui poros Samata dari sisi selatan TPA, di sekitar kawasan Bintang Lima.

Pembangunan sejumlah akses tersebut diharapkan mendukung kelancaran mobilitas armada sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan TPA secara keseluruhan.

Dia mengatakan, persoalan persampahan tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan dan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita tidak hanya bicara tentang teknis, tapi kita bicara tentang kelas. Kita tidak mau mewariskan generasi kita soal kotornya kota, persoalan joroknya kota, persoalan kota yang tidak sehat,” terangnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan tertata.

Ketua IKA FH Unhas itu menilai persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Hari ini pemerintah kota berkomitmen bagaimana mewariskan kota yang bersih, kota yang sehat, kota yang indah,” katanya.

“Sampah ini, menjadi sumber dari seluruh persoalan-persoalan hidup yang bisa berakibat fatal, kalau kita tidak kelola dengan baik,” sambung Appi.

Dalam peninjauan tersebut, Appi melihat langsung proses penutupan timbunan sampah menggunakan tanah urug atau tanah merah.

Menurutnya, penggunaan tanah urug menjadi salah satu bagian penting dalam pembenahan TPA karena dapat membantu menutup timbunan sampah, mengurangi bau, serta mengendalikan keberadaan hama.

“Di sini kelihatan proses menutupi penumpukan sampah. Ini masih dalam proses penutupan dan perbaikan,” katanya.

Penataan tersebut perlahan membuat kawasan TPA terlihat lebih rapi dibandingkan kondisi sebelumnya.
Appi menyebut perubahan wajah TPA Tamangapa mulai menunjukkan hasil nyata.

Namun, ia menegaskan pembenahan tidak berhenti pada aspek estetika kawasan. Sehingga, Pemerintah kota, kata dia, sedang menata keseluruhan sistem persampahan agar proses pengelolaan berlangsung secara terus menerus.

Lebih jauh, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur maupun pembenahan TPA.

Menurutnya, perubahan harus dibarengi dengan kesadaran seluruh masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Soal pengelolaan sampah itu harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selain itu, pria kelahiran 20 September 1975 itu juga menyampaikan keberadaan pipa-pipa yang dipasang di area timbunan sampah untuk mengalirkan gas metana.

“Kalau kita lihat pipa-pipa pembuangan ini adalah pipa-pipa untuk gas metan,” jelas Appi.

Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari konsep pengelolaan sampah yang tidak sekadar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengolah potensi yang dihasilkan dari proses penguraian sampah.

Menurutnya, keberadaan pipa tersebut berfungsi sebagai jalur ventilasi agar gas yang berada di dalam timbunan dapat keluar melalui saluran yang telah disiapkan.

“Di dalam tanah ini ada tumpukan sampah, sehingga harus dibuka rongga untuk bernapas. Kalau tidak, bisa meledak. Nah, ini harus dibuka rongga,” ungkapnya.

Sistem ventilasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aspek keselamatan di kawasan TPA. Gas metana yang terakumulasi tanpa pengendalian dapat meningkatkan risiko kebakaran maupun ledakan.

Namun, Appi mengatakan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Gas Metana Bakal Dimanfaatkan
Pemerintah Kota Makassar, kata Appi, telah menyiapkan proyek percontohan pemanfaatan gas metana di kawasan TPA Tamangapa.

Ke depan, proyek tersebut akan dikembangkan secara lebih masif dengan membangun jaringan instalasi yang dapat menangkap dan menyalurkan gas metana secara lebih optimal.

“Selain dibuka rongga, ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar untuk memasak di rumah masing-masing,” tuturnya.

“Sudah ada proyek percontohan yang kita lakukan. Ke depan akan kita bangun secara masif untuk memastikan jaringan instalasi gas metan berfungsi dengan baik,” lanjut Appi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif16 September 2026 17:46
Solusi Mobilitas di Tengah Kelangkaan BBM, Asmo Sulsel Hadirkan Promo Honda EV
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya mendorong masyarakat mempertimbangkan pilihan mobilitas altern...
OPD16 September 2026 17:20
Zulfikar Limolang Nilai Langkah Gubernur Sulsel Tambah Sumur Bor untuk Petani Sangat Tepat
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Zulfikar Limolang, mengapresiasi penambahan alokasi anggaran pembangunan sumu...
Makassar16 September 2026 17:15
Kukuhkan 1.000 Wisudawan, Plt Rektor UNM Tekankan Pentingnya Pengembangan Kompetensi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali meluluskan 1.000 mahasiswa dalam wisuda periode September 2026 Tahun Akadem...
News16 September 2026 17:11
PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi
PT Vale Indonesia Tbk mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dengan inovasi rendah karbon untuk mendukung ketahanan ener...